PT SLFI Buktikan Komitmennya Bayar Asuransi Dua Klaim Asuransi Meninggal Dunia Sekaligus

0
424
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
PT Sun Life Financial Indonesia Cabang Sumbawa, kembali membuktikan komitmennya sebagai perusahaan jasa keuangan terpercaya dalam urusan pembayaran klaim. Pembayaran dua klaim meninggal dunia sekaligus kepada ahli waris I Nengah Sukanadi dan Basri, di Kantor PT Sun Life Financial Indonesia, Kamis (03/11), jadi bukti sahih.
Nama pertama adalah pemegang Nomor Polis 192 912 962. Sementara nama terakhir memiliki Nomor Polis 596 819 822. I Nengah Sukanadi menjadi nasabah sejak tahun 2013 lalu. Sedangkan Basri pada tahun 2014.
Klaim meninggal dunia untuk ahli waris I Nengah Sukanadi, yang berdomisili di Dusun Berare A Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir ini, diserahkan langsung oleh Finencial Consultan, I Nyoman Marta, didampingi Leader, Eko Indra Jaya.
Sementara untuk ahli waris Basri, yang bertempat tinggal di Dusun Kayu Madu Desa Kanar Kecamatan Labuhan Badas, diserahkan oleh Agency Direktur, Supariadi, didampingi Agen, Gumala.
Total klaim yang dibayarkan untuk kedua nasabah tersebut nominalnya sama yakni Rp 151.400.000.
Untuk diketahui pembayaran klaim ini merupakan misi PT Sun Life Financial Indonesia, yang selalu ingin membantu masyarakat mencapai kesejahteraan dengan kemapanan financial.
Perusahaan tak lupa menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang dialami nasabah setia mereka ini.
PT SLFI menghimbau kepada segenap masyarakat di Kabupaten Sumbawa, untuk merencanakan keuangan dengan benar dan berhati-hati, karena sekarang ini banyak perusahaan atau aktivitas bisnis sejnis dengan dalih investasi.
Namun status perusahaannya tidak jelas dan para pelakunya sendiri tidak memiliki kompetensi dan legalitas dalam investasi, sehingga dapat berakibat raibnya dana nasabah.
Sebagai perusahaan jasa keuangan global, PT SLFI bergerak di bidang asuransi dengan produk utama bernama Unit Link. Unit Link ini adalah program perencanaan keuangan jangka panjang berbasis Asuransi dan Investasi.
Asuransi berfungsi untuk melindungi nasabah dari resiko-resiko jiwa yang dapat terjadi suatu-waktu seperti sakit kritis, kecelakaan dan meninggal dunia.
Sementara Investasi sendiri berfungsi untuk mengakselerasi/mempercepat pertumbuhan keuangan, dan menghindari resiko inflasi yang dapat menggerogoti nilai dari uang itu sendiri.
Berbicara masalah investasi, PT SLFI ingin meluruskan bahwa sering terjadi salah pengertian di masyarakat, bahwa menabung di Sun Life dananya dapat diambil dalam jangka pendek seperti 1 atau 2 tahun.
Investasi di Sun life selalu berbicara jangka panjang, karena penempatan dana nasabah secara umum di tempatkan di instrument investasi berbasis Saham (baik konvensional maupun syariah).
Di samping itu ada juga yang di Obligasi serta SBI maupun Deposito. Selain itu, ering juga terjadi kesalah pahaman di masyarakat bahwa menabung di asuransi nanti uangnya hangus, klaim tidak atau sulit dibayarkan.
PT SLFI dalam hal ini ingin mempertegas bahwa tidak ada istilah uang biasa hangus maupun klaim sulit terbayarkan, karena semua ketentuan yang berlaku atas program asuransi yang dibeli oleh nasabah sudah termuat dalam polis.
Polis sendiri adalah dokumen/kontrak perjanjian yang berkekuatan hokum, yang mengikat antara nasabah sebagai tertanggung dan perusahaan asuransi sebagai penanggung. Simplenya adalah bahwa di dalam polis sudah termuat segala hal yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak.
Sebagai perusahaan asuransi PT SLFI mennyediakan berbagai jenis produk keuangan untuk perencanaan Pendidikan, Pensiun/Hari Tua, Haji dan Umroh serta investasi lainnya, baik yang Konvensional maupun Syariah, untuk perorangan maupun kelompok/corporasi.
Salah satu produk unggulan PT SLFI yang tidak dimiliki oleh perusahaan asuransi lain dan yang paling diminati masyarakat Indonesia saat ini adalah BRILLIANCE HASANAH FORTUNE PLUS. Produk ini menyediakan masa pembayaran premi/kontribusi selama 3 tahun, masa pengelolaan dana investasi selama 12 tahun dan dapat ditarik minimal tahun ke 8.
PT SLFI juga masyarakat jika dikemudian hari ditemui konsultan asuransi agar menanyakan kepada mereka legalitas dari si konsultan asuransi tersebut. Jika mereka tidak memiliki legalitas berupa ID CARD/SERTIFIKASI dari AAJI/AASI jangan sampai nasabah tergiur untuk menabung, karena sertifikat tersebut adalah bukti legalitas dan kompetensi/pofesionalitas mereka yang sudah diatur melalui PMK NO.152/PMK.010/2012 Pasal 66 ayat 3 bahwa perusahaan asuransi dilarang mempekerjakan agen/konsultan asuransi yang tidak memiliki sertifikat. Dan diperkuat Keputusan OJK/Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No.Kep-104/BL/2006 tentang produk UNIT LINK No. 9 Ayat a dan b, bahwa agen asuransi harus memimliki sertifikasi dari AAJI dan sertifikasi khusus untuk produk Unit Link dari AAJI.

PROFIL SUN LIFE FINANCIAL
– Berdiri tahun 1865 di Montreal Kanada (sudah 150 tahun)
– Beroperasi di tiga benua yakni Amerika, Eropa dan Asia
– Salah satu dari 100 perusahan global terkuat paling berkesinambungan (GLOBAL 100 MOST SUSTINABLE CORPORATION IN THE WORLD)
– Masuk ke Indonesia tahun 1995
– RBC Sun Life Financial Indonesia 758%, jauh lebih tinggi dari persyaratan pemerintah yakni 120% dan Sun Life Financial Syariah 154%, jauh lebih tinggi dari persyaratan pemerintah yakni 15%. RBC (RISK BASED CAPITAL) adalah Standar kesehatan keuangan/kecukupan modal/kemampuan membayar klaim perusahaan asuransi.
– Total dana kelolaan Rp 6,21 Trilliun.
– Total kantor pemasaran SLFI di seluruh Indonesia 123, 96 kantor pemasaran konvensional dan 33 kantor pemasaran syariah di 53 kota.

loading...

LEAVE A REPLY