Penyalahgunaan Konsumsi Obat Tramadol dan Komix Trend Dikalangan Pelajar

0
1503
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Salah satu upaya pencegahan dalam meminimalisir penyalahgunaan obat–obatan di kalangan pelajar, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa menggelar dialog pada Selasa (22/11) di Aula Hotel Cirebon Sumbawa Besar. Kegiatan yang dihadiri oleh guru pembina Osis, Ketua dan Sekretaris OSIS se-Kabupaten Sumbawa. Hal ini didasari atas banyaknya pengungkapan terhadap para siswa SMP dan SMA/SMK yang mengkonsumsi Komix (obat batuk sachset) dan Tramadol (obat pereda nyeri).
Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Menengah, Shalahuddin MA, SH kepada Gaung NTB, Selasa (22/11) menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan karena dari beberapa kejadian terhadap penyalahgunaan konsumsi Tramadol dan Komix di kalangan pelajar telah berdampak hukum serta mengganggu ketertiban masyarakat, diantaranya kasus tindak pidana penjambretan di Jalan Mangga yang dilakukan oleh oknum pelajar SMP dan SMA/SMK, kasus curanmor beberapa waktu yang lalu. Selain itu,  saat penertiban pelajar oleh Satpol PP di Galak Jango, Taman Unter Katimis–Kebayan, di Pantai Saliper Ate, juga didapati Tramadol dalam tasnya.
Berangkat dari berbagai persoalan yang menjerat para pelajar tersebut pihaknya berinisiasi untuk menggelar kegiatan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan obat– obatan, tegas Kak Bho sapaan akrab Shalahuddin.
Kegiatan positif tersebut juga dihadiri oleh kepala beserta pengurus BNN Kabupaten Sumbawa, dan Kasat Reserse Narkoba Polres Sumbawa, untuk berdialog dengan para peserta yang hadir.
“Tramadol yang fungsinya sebagai pereda nyeri setelah operasi, jika dikonsumsi oleh pelajar dalam jumlah berlebihan, dampaknya hampir sama dengan pengguna narkoba jenis Shabu. Begitu juga dengan penggunaan Komix shacet dalam jumlah banyak yang dicampur dengan minuman berenergi”, ungkap Kak Bho.
Menurut Kak Bho, dari kegiatan ini nantinya pengurus OSIS di masing–masing sekolah akan dijadikan Agen Siswa untuk memberikan pemahaman kepada teman–temannya di lingkungan sekolah terhdadap dampak buruk mengkonsumsi Tramadol dan Komix.
Dari beberapa pelajar yang menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana, semangat belajarnya nyaris hilang, semangat untuk menghormati orang tua dan guru hilang, yang ada hanya semangat ingin mencari uang dengan cara apapun untuk dapat membeli Tramadol dan Komix kembali lantaran telah ketagihan.
“Rata-rata pengguna Tramadol dan Komix adalah pelajar kalangan SMP dan SMA/SMK,” jelas Kak Bho.
Untuk meminimalisir penyalahgunaan obat-obatan tersebut, pemerintah daerah telah membentuk Tim dari beberapa institusi terkait seperti Dikes, Diknas, Polres, BNN Kabupaten dan lainnya sebagai upaya pencegahan.  Karena itu, dirinya Menghimbau kepada para orang tua siswa untuk lebih berperan dan peduli dengan anaknya agar dapat melakukan pengawasan, sebab jam belajar mengajar di sekolah sangat terbatas. “Beberapa kasus tindak pidana kebanyakan terjadi di luar jam sekolah, begitu juga dengan pelajar yang terjaring penertiban aparat Satpol PP kebanyakan yang bolos belajar”, tandas Kak Bho.

loading...

LEAVE A REPLY