Ir H Ibrahim M.Si : “BUKTIKAN SIAPA DALANG DIBALIK ILEGAL LOGGING”

0
339
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumbawa Ir H Ibrahim M.Si memberi apresiasi yang tinggi kepada Arahman Atta, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), atas lontaran kritik tajamnya yang menyatakan bahwa ada oknum Dishutbun yang menjadi dalang illegal logging sebagaimana dimuat sejumlah media massa cetak dan online.
Didampingi Kabid Perlindungan dan Pengamanan Hutan Desire Jadi S.Sos dan Kasi Pengamanan Hutan Mukhtamarwan SPt, H Ibrahim kepada Gaung NTB di ruang kerjanya Senin (14/11) siang menyatakan bahwa dirinya tidak alergi dengan kritik dan itu merupakan hal yang biasa. “Namun anggota dewan terhormat sepatutnya menyertai dengan bukti, bukan hanya pandai berteori saja,” katanya. Karena itu pihaknya mempertanyakan balik kepada Rahman Atta siapa sesungguhnya “dalang” ilegal logging di Sumbawa tersebut.
Sebagai sebuah institusi yang dipercayakan untuk mengemban visi dan misi bagaimana melestarikan hutan, apalagi saat ini dengan nomenklatur baru dibawah Dinas Kehutanan Provinsi NTB, maka tugas dan kinerja Dishutbun Sumbawa tentulah dituntut untuk dapat bekerja ekstra, sementara disatu sisi jumlah SDM personel dan prasarana penunjang sangatlah terbatas jika dibandingkan dengan luas kawasan hutan Sumbawa yang harus dilakukan pengawasan dan pemantauan mencapai sekitar 399.000 Ha. “Kekurangan itu tak menyurutkan langkah bagi jajaran Kehutanan khususnya rekan-rekan Polhut yang beranggotakan sekitar 50 orang untuk melaksanakan tugas rutin pemantauan dan pengawasan terhadap sejumlah kawasan hutan yang dinilai rawan terjadinya kegiatan ilegal logging,” katanya. Bahkan lewat kegiatan operasi gabungan (Opsgab) yang dilakukan dengan mendapatkan dukungan pihak TNI, Polri, KPH, Camat, Koramil dan Polsek serta elemen masyarakat peduli lingkungan hutan akan terus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan seperti kegiatan Opsgab yang dilakukan sejak 10 November lalu.
Tudingan miring yang dialamatkan kepada Dishutbun Sumbawa tersebut sambung Haji Ibrahim akrab pejabat senior Pemda Sumbawa ini disapa, secara pribadi dirinya tidak tersinggung apalagi alergi dengan kritik, namun jika sorotan tajam yang diontarkan itu menyangkut Institusi secara keseluruhan tentulah sangat disayangkan, sebab betapa mirisnya rekan-rekan tim Opsgab bersama anggota Polhut yang belum kering keringatnya melakukan kegiatan operasi pemberantasan ilegal logging diwilayh KPH Ampang Sili dan KPH Jaran Pusang Plampang dan Labangka.
“Tak jarang, jika di lapangan ditemukan kayu tak bertuan. Harus diangkut dan dipukul sendiri naik turun ke atas truk bagaikan buruh. Tentulah kami sangat sedih jika kami dituding sebagai dalang ilegal logging, sebab mereka hingga saat ini belum kering keringat dan kelelahannya,” katanya.
“Kendati demikian sudahlah, itu adalah hak mereka untuk berkomentar yang macam-macam apalagi dikatakan ada pembiaran. Sungguh hal yang keliru. Sebab berbagai upaya serta program penyelamatan hutan terus kami lakukan secara rutin dan berkesinambungan,” katanya. Upaya itu antara lain melalui berbagai program hutan kemasyarakatan (HKM) maupun program yang dilakukan didalam kawasan maupun luar kawasan hutan, disamping kegiatan patroli pengawasan rutin dan Opsgab secara bersinambungan terus dilakukan. “Lantas dimana pembiarannya,” tanya Ir H Ibrahim M.Si seraya meminta agar dapat membuktikan dalang dari ilegal logging dimaksud.

loading...

LEAVE A REPLY