Fantastis, Dispertapan Kejar Target Produksi Jagung Hingga 195 Ribu Hektar

0
282
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Produksi jagung di Kabupaten Sumbawa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya, Namun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian masih menginginkan prestasi lebih tinggi lagi yang harus dilaksanakan oleh Kabupaten Sumbawa.
Oleh karena itu pada tahun 2017 mendatang, kembali ditarget produksi jagung bagi Kabupaten Sumbawa cukup fantastis  yakni mencapai angka 195.000 hektar. Padahal, jika dibandingkan dengan produksi jagung pada tahun 2015 jumlahnya cuma 65.000 hektar. Apabila target tersebut berhasil maka uang yang beredar yang dapat diserab dari produksi jagung mencapai angka 4 kali lipat jumlah APBD Kabupaten Sumbawa.
“Ini tantangan yang harus bisa kita lakukan dengan maksimal, saya optimis kita bisa, Kementrerian itu sudah tahu bahwa Kabupaten kita bisa menjadi sentra terbesar produksi jagung Nasional yang disegani oleh Kabupaten-kabupaten lain, jadi mari semua komponen bersatu padu untuk mewujudkannya” ajak Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertapan) Tarunawan, SSos kepada Gaung NTB, Selasa (15/11).
Menurutnya, Kabupaten Sumbawa mengalami kenaikan areal lahan untuk produksi sejak 5 tahun terakhir rata-rata dikisaran angka 8 hingga 15 persen.
Berdasarkan aspirasi dari banyak kalangan, katanya, pihaknya menyampaikan kepada pusat bahwa Kabupaten Sumbawa dapat menghasilkan produksi lebih dari itu asalkan dapat difasilitasi dan dibantu.
Tarunawan menyebutkan, Kementerian Pertanian merespon itu dengan memberikan lampu hijau berupa dukungan penuh.
“Awalnya, Kabupaten Sumbawa hanya diberikan target produksi 165.000 hektar, namun setelah mengikuti rapat di Jakarta beberapa waktu lalu ternyata Kementerian memfinalkan target itu menjadi 195.000 hektar produksi jagung untuk akhir tahun 2016 sampai 2017 mendatang,” paparnya.
Prestasi membanggakan sudah diraih Kabupaten Sumbawa karena 2015 berhasil memproduksi 65.000 hektar jauh meninggalkan kabupaten lain di wilayah Provinsi NTB seperti Kabupaten Dompu yang hanya berhasil memproduksi jagung sebesar 35.000 hektar saja.
Dijelaskannya, setelah menggelar pertemuan dengan semua KUPT Pertanian di tingkat kecamatan dirinya optimis target tersebut akan bisa dicapai.
“Kami sudah melakukan hitung-hitungan secara matematis, angka itu akan bisa dicapai apabila kita melakukan penanaman di lahan kering dan lahan persawahan,” jelasnya.
Lebih jauh sambungnya, Peningkatan angka produksi jagung ini bukan semata-mata mengejar target dari pusat, namun ini juga dihajatkan untuk meningkatkan kesejehteraan petani.
“Kalau petani kita sejahtera maka keberkahan dan prestasi akan kita raih dengan sendirinya” ujarnya
Harapannya, semoga apa yang telah dihajatkan ini berjalan maksimal serta diharapkan dukungan dari semua pihak mulai dari petani, penyuluh, KUPT, pemerintah kecamatan serta pemerintah desa.
“Pemerintah sudah komitmen membantu petani dalam pengadaan bibit jagung yang akan diberikan bagi petani yang membutuhkan, kita tunggu saja realisasi dari pusat sembari kami juga terus melakukan upaya-upaya koordinasi,” demikian Tarunawan.

loading...

LEAVE A REPLY