Dilaporkan Serobot Tanah PT SBS, Petani Mentingal Dipolisikan

0
946
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kasus sengketa tanah Mentingal kembali memanas, kali ini 11 petani diperiksa Kepolisian Polres Sumbawa karena dinilai menggarap lahan milik orang lain dan dalam kasus tersebut, para petani dilaporkan oleh PT Sumbawa Bangkit Sejahtera.
Koordinator Kelompok Petani Mentingal, Saharudin kepada Gaung NTB, Senin (31/11) menyesalkan pihak kepolisian yang memproses kasus tersebut, karena kasus tanah Mentingal adalah sengketa lahan antara petani dengan pihak PT. Sumbawa Bangkit Sejahtera (PT SBS), artinya kasus tersebut adalah kasus perdata dan bukan kasus pidana.
Mestinya kata Sahruddin, kepolisian menyarankan pihak PT. SBS agar sengketa lahan diselesaikan melalui pengadilan bukan di proses tindak pidana.
Menurutnya, tanah tersebut adalah tanah negara yang telah dikeluarkan kuasa penggunaan lahan kepada petani tahun 2000 lalu, itulah yang menjadi dasar warga menggarap tanah tersebut. Sementara tahun 2009 lalu PT SBS dinilainya datang merampas tanah mereka.
“Siapa sebenarnya yang menyerobot tanah dan kalau kami juga masukan laporan bahwa PT SBS lah yang melakukan seperti pasal yang disangkakan kepada kami, bagaimana sikap kepolisian?”, jelasnya.
Saharauddin memandang perusahaan itu keliru dalam menyelesaikan masalah, tuduhan penyorobotan lahan harusnya dianalisa dan ada proses hukumnya bukan pidana, tapi perdata terlebih dahulu.
Proses kepemilikan PT SBS terhadap tanah yang ada di wilayah Blok Lepu, Mentingal bahkan Brang Baru yang masuk wilayah Desa Teluk Santong harus diusut tuntas, termausk juga kepemilikan kayu ribuan
kubik yang diduga ditebang di dalam kawasan hutan lindung.
“Kepemilikan tanah dan kayu PT SBS di wilayah tersebut harus diusut, karena kepemilikannya sangat janggal sekali, kami menduga kuat ada kong kalikong antara PT.SBS dengan penguasa”, papar Saharuddin.
Ditambah Mustaruddin salah seorang petani Mentingal bahwa pemeriksaan 11 orang petani tersebut adalah upaya kriminalisasi yang dilakukan PT SBS. “Inilah proses intimidasi terhadap petani Mentingal dan sudah banyak korbannya, padahal tanah tersebut belum tentu milik PT SBS secara hukum,” katanya.
Oleh karena itu dia berharap agar kepolisian dapat berpihak kepada petani Mentingal.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Yusuf Tauziri yang dikonfirmasi Gaung NTB, Selasa (1/11) menyampaikan bahwa kasus tanah Mentingal masih tahapan penyelidikan dan pengambilan keterangan sejumlah saksi-saksi.
“Setelah diambil keterangan para saksi, selanjutnya kami akan adakan gelar perkara untuk mengetahui betul atau tidak laporan dari pihak pelapor, dengan dilakukan gelar perkara akan ketahuan kasus tersebut pidana atau perdata. Prinsipnya kami akan terus dalami kasus ini, kalau pidana ada prosesnya begitu juga kalau perdata ada juga proses hukumnya”, demikian AKP Yusuf.

loading...

LEAVE A REPLY