PT Newmont Nusa Tenggara

KPU Sumbawa Sukses Fasilitasi Pilkada Mini Pemilihan OSIS MAN 2 Sumbawa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa sukses memfasilitasi pemilihan Ketua OSIM MAN 2 Sumbawa Kecamatan Moyo Hilir yang telah berlangsung belum lama ini.
Pada kegiatan puncak dari pemilihan Ketua OSIM MAN 2, Selasa (01/11) lalu, yakni tahapan pemungutan suara dan rekapitulasi perolehan suara 3 Calon Ketua OSIM sekolah tersebut, terpilih pasangan calon dengan nomor urut dua atas nama Evi Noprianti dan Dwi Yanti.
Pasangan tersebut akan memimpin OSIM MAN 2 Sumbawa untuk periode satu tahun pelajaran mendatang.
Ketua Divisi SDM dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat KPU Sumbawa, Aryati, SPd,I kepada Gaung NTB, Rabu (02/11), menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MAN 2 Sumbawa, yang telah mempercayakan KPU Sumbawa untuk mendampingi proses Pemilos di sekolah tersebut.
Secara teknis disampaikan Aryati, bahwa pada tahapan
pengut hitung yang merupakan kegiatan puncak dari Pemilor tersebut, seluruh siswa MAN 2 Sumbawa menjadi pemilih pada Pemilos tersebut, dengan disediakan 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS), lengkap dengan fasilitasinya seperti seperti bilik suara, kotak suara, dan fasilitasi lainnya sebagaimana TPS pada Pilkada.
Demikian juga dengan tahapan perhitungan suara, pada setiap TPS disertai dengan saksi dari masing-masing calon dan pada akhirnya KPO mengumumkan calon yang terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak sesuai dengan hasil rekapitulasi perolehan suara.
Hal terpenting yang ingin disampaikan dari seluruh rangkaian Pemilihan Umum Ketua OSIM tersebut jelas Aryati, adalah bahwa ada nilai-nilai demokrasi yang ingin ditanamkan kepada siswa.
Seperti pada tahap bimbingan teknis penyelengara Pemilos, yang ingin disampaikan kata Aryati adalah tentang pentingnya nilai-nilai kejujuran dan integritas, demikian juga pada tahapan penetapan calon, yang ingin disampaikan katanya, bahwa untuk memilih pemimpin itu harus diorgnisir dan diatur dengan baik sehingga nantinya akan melahirkan pemimpin yang betul-betul legitimate.
Sementara untuk tahapan kampanye, menurut Komisioner Aktifis HMI itu, KPU ingin mengajarkan kepada siswa bahwa setiap warga negara itu berhak menyampaikan pendapatnya kepada publik, da perbedaan pandangan dan kegiatan itu adalah bagian dari demokrasi itu sendiri yang harus dihargai oleh setiap orang. Selain itu sambungnya, pada tahapan itu juga diajarkan kepada siwa agar mereka dapat menyampaikan aspirasinya dengan cara baik, sopan, tidak memfitnah calon yang lain kemudian tidak menyebarkan isu yang mengadung Sara, dan lain sebagainya. Hal itu katanya terbukti dari yel-yel yang disampaikan tim kampanye itu sangat baik dan sangat mendidik.
Sementara untuk tahapan pungut hitung, nilai-nilai yang diajarkan adalah bahwa berbeda pilihan itu adalah hal yang wajar dan siswa juga diajarkan untuk dapat menerima kekalahan dengan legowo
“Inilah pendidikan politik dan pendidikan demokrasi yang ingin kami ajarkan kepada siswa yang notabenenya akan menjadi generasi penerus bangsa, dan juga pada akhirnya mereka akan menjadi pemimpin di negara dan bangsa ini,” ujar Komisioner energik ini.
Selain itu dia juga menyampaikan bahwa model pemilihan umum ketua OSIM/OSIS ini sangat mungkin dan diharapkan dapat dilaksanakan oleh sekolah lain di daerah ini, mengingat selain pelaksanaannya sistimatis, penuh dengan pendidikan politik dan juga biayanya murah.
Menyinggung besarnya biaya Pemilos tersebut, Aryati menyampaikan bahwa apabila di asumsikan jumlah pemilih rata-rata di setiap sekolah sekitar 700 orang, dengan calon Ketua OSIM/OSIM 3 pasangan, kemudian jumlah TPS 3 (sesuai tingkatan kelas), dan jadwal pelaksanaan selama 16 hari sesuai dengan tahapan, maka biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 2.5 juta saja. Sedikitnya biaya tersebut karena memang di Pemilihan Umum Ketua OSIS tersebut tidak ada biaya untuk makan minim maupun honor penyelenggara.
Sementara untuk alokasi anggaran pemilihan tersebut menurutya dapat dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) yang sumber anggarannya dapat diambil dari iyuran Komite Sekolah atau sumber lainnya.
“Kami berharap agar sekolah di Kabupaten Sumbawa ini dapat melaksanakan pemilihan Ketua OSIS dengan model yang dicontohkan MAN 2 Sumbawa, dan KPU Sumbawa sangat siap untuk memfasilitasinya,” katanya.
Sementara itu Kamad MAN 2 Sumbawa, Sahabuddin, SAg, yang dimintai tanggapannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Sumbawa ini sangat positif sekali, karena melalui kegiatan Pemilos tersebut anak-anak dapat mempraktekkan langsung sebagai penyelengara Pemilu, dan juga tentu yang sangat penting mereka dapat memahami bagaimana proses berdemokrasi yang baik.
Melalui kegiatan tersebut jelasnya, anak-anak diajarkan kejujuran, menjaga integritas, menghargai perbedaan, saling menghargai dan nilai-nilai demokrasi lainnya.
Untuk kedepan kata Sahabuddin, apa yang sudah difasilitasi oleh KPU Sumbawa tersebut akan diupayakan untuk tetap diterapkan pada Pemilos yang akan datang.
“Kami sampaikan apresiasi kepada KPU Sumbawa yang telah menjadikan Pemilihan Ketua OSIM MAN 2 Sumbawa sebagai pilot proyect Pilkada Mini di Kabupaten Sumbawa ini, mudah-mudahan ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa dengan cara mereka belajar berdemokrasi,” demikian Sahabuddin.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply