Tingkatkan Keterampilan Penenun, Diskoperindag Gelar Pelatihan

0
358

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Moyo 2016 yang sedang berlangsung yaitu Pelatihan Kewirausahaan Technopreneur bagi pengrajin Tenun Kabupaten Sumbawa yang dimulai Senin (26/9) di Hotel Transit Sumbawa.
Kegiatan tersebut digelar atas kerjasama Dinas Koperasi dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa dengan Kementerian Perindustrian RI.
Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc yang membuka kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 40 orang peserta tersebut menyampaikan, bahwa tidak sedikit orang mengira bahwa Tenun dan Batik itu sama lantaran hasil jadi keduanya hampir sama. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut kata H Husni, ternyata Kain Batik dan Kain Tenun memiliki banyak sekali perbedaan. Dicontohkannya adalah dari cara pembuatan, motif kain, dan lamanya pembuatan kain itu sendiri.
Dijelaskan H Husni, bahwa Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain jelasnya, bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian. 
Kain Tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya. Seni Tenun berkaitan erat dengan sistem pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan alam, dan sistem organisasi sosial dalam masyarakat. Karena kultur sosial dalam masyarakat beragam, maka Seni Tenun pada masing-masing daerah memiliki perbedaan. 
Oleh sebab itu kata H Husni, Seni Tenun dalam masyarakat selalu bersifat partikular atau memiliki ciri khas, dan merupakan bagian dari representasi budaya masyarakat tersebut. Sementara Kualitas tenunan biasanya dilihat dari mutu bahan, keindahan tata warna, motif, dan ragam hiasannya.
sementara di Sumbawa sendiri menurut H Hunsi, biasanya produksi kain Tenun dibuat dalam skala rumah tangga yang dilakukan oleh kaum perempuan di saat senggang sehingga untuk satu buah hasil produksi kain tenun mebutuhkan waktu hingga sebulan atau bahkan beberapa bulan.
Saat ini katanya, budaya menenun di Kabupaten Sumbawa sudah mulai luntur, hal tersebut dapat dilihat dari hasil Tenun yang berasal dari daerah ini yang sangat terbatas dan itupun berasal dari desa tertentu saja.
Oleh karena itu H Husni, sangat menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut. juga meminta kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dengan mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam menghasilkan kain Tenun yang berkualitas. “Semoga pelatihan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar sebagaimana yang kita harapkan bersama,” harap Haji Husni.

LEAVE A REPLY