SIDANG PILKADES LITO, TERGUGAT NILAI GUGATAN IRWANDI KABUR

0
358

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sidang kali kedua atas gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan Calon Kades Lito Irwandi HS terhadap tergugat Panitia Pilkades dan Maswarang Kades Lito terpilih didampingi kuasa hukumnya Advocat Sobaruddin SH, Selasa (27/09) kemarin berlangsung diruang sidang utama Cakra Pengadilan Negeri Sumbawa Besar dipimpin majelis hakim diketuai Hari Suprianto SH MH dengan hakim anggota Reza Tyrama SH dan Agus Supriyono SH didampingi Panitera Pengganti Heri Trianto disaksikan ratusan massa pendukung kedua kubu Calon Kades dengan mendapat pengawalan ketat puluhan aparat Kepolisian Resort Sumbawa berlangsung aman tertib dan lancar dengan agenda pembacaan jawaban (Eksepsi) para tergugat diwakili Advocat Sobaruddin SH yang menilai gugatan Penggugat Irwandi HS yang maju sendiri tanpa didampingi penasehat hukum itu “Tidak Jelas atau Kabur” (Obscuur Libels) sehingga sepantasnya gugatan Penggugat ditolak dan tidak dapat diterima.
Obe Kananta Jangi akrab Advocat Sobaruddin SH ini disapa dalam eksepsi setebal 8 halaman tersebut mengemukakan sejumlah alasan kenapa gugatan Penggugat Irwandi HS dinilai tidak jelas dan kabur, karena setelah pihaknya selaku tergugat mencermati gugatan Penggugat ternyata tidak cermat dalam menyusun gugatannya disebabkan penggugat keliru dalam menarik salah satu pihak sebagai tergugat (Gemis Aanhoedarmigheid) serta gugatan penggugat tidak jelas atau kabur (Obscuur Libels) dengan demikian gugatan Penggugat mengandung cacat formil, dimana keputusan Panitia Pilkades Lito Kecamatan Moyo Hulu Nomor 04 Tahun 2016 tentang penetapan calon Kades Lito terdapat dua orang yakni Maswarang (1) dan Irwandi HS (2) sehingga tidak dapat ditarik sebagai tergugat karena proses Pilkades tergugat II Maswarang hanyalah sebagai peserta pemilihan belaka dan sama sekali tidak menjadi pihak penyelenggara Pilkades sebagaimana mustinya tugas dan fungsi serta tanggung jawab lembaga penyelenggara Pilkades yaitu BPD, Panitia Pemilihan, Panitia Pengawas dan KPPS, sehingga sudah jelas dan nyata bahwa Penggugat salah sasaran pihak yang digugat, oleh karena itu maka gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).
Begitu pula gugatan para pihak (Plurium Litis Consortium) terang Sobaruddin SH, mengingat didalam Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 12 Tahun 2016 tentang pedoman pemilihan Kepala Desa terdapat beberapa pihak yang terlibat dan bertanggung jawab secara langsung dalam proses Pilkades yaitu Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Panitia Pemilihan, Panitia Pengawas dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dimana dalam gugatan Peggugat hanya menarik satu pihak saja sebagai tergugat dalam perkara Aquo yaitu panitia pemilihan tana menarik organ-organ lain yang juga mempunyai rangkaian tugas dan fungsi serta tanggung jawab yang tak terpisahkan dalam penyelenggaraan Pilkades Lito, sehingga pihaknya selaku kuasa hukum para tergugat berpendapat bahwa gugatan penggugat dianggap tidak memenuhi syarat formil, oleh karena itu maka gugatan penggugat harus dinyatakan tidak diterima, paparnya.
Apalagi didalam gugatan Penggugat Irwandi HS ternyata telah mencampuradukkan perbuatan melawan hukum dengan perbuatan melanggar hukum, tidak secara rinci mendiskripsikan tentang adanya perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh para tergugat yang berakibat keada adanya kerugian pada diri penggugat serta tidak pula mendiskripsikan tentang data-data penting pendukung lainnya bagi terlaksananya kegiatan Pilkades Lito tetapi kenyataannya hanya secara sporadis mengutarakan tentang dugaan penggelembungan suara maupun perbuatan melawan hukum lainnya seperti adanya dugaan money politik yang tidak jelas ujung pangkal dan pelakunya, sehingga gugatan penggugat menjadi tidak jelas atau kabur, tandas Sobaruddin SH yang mendapat sambutan tepuk tangan dari massa pendukung Kades Lito terpilih, membuat ketua majelis hakim Hari Suprianto SH MH menegur pengunjung sidang.
Sidang yang berlangsung selama 30 menit dimulai Jam 09.15 hingga Jam 09.45 Wita itu akhirnya ditutup dengan ketukan palu oleh majelis hakim dan dilanjutkan pada sidang Jum’at 30 September 2016 dengan agenda memberikan kesempatan kepada Penggugat Irwandi HS menanggapi jawab tergugat melalui replik tertulis.

LEAVE A REPLY