Mayat Pria Diduga Korban Mutilasi Gegerkan Warga Bima

0
625

Bima, Gaung NTB
Sesosok mayat pria korban mutilasi ditemukan warga di jurang kawasan Pantai Ule, Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa tadi malam. Penemuan mayat tanpa identitas ini langsung menggegerkan warga Kota Bima. Ribuan warga pun memadati ruas jalan ke TKP.
Sementara itu, polisi yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan jasad korban sudah terpotong-potong di sejumlah tempat. Potongan tubuh korban ini kemudian dimasukkan ke dalam dua karung ukuran 50 kg.
Kedua kaki dan kepala dimasukkan pelaku dalam satu karung dan dibuang tak jauh dari bibir Pantai Ule. Sementara, seluruh organ di tubuh korban dibuang terpisah di bekas pembuangan sampah yang lokasinya tak jauh dari jalan raya.
Lantaran kondisi lokasi penemuannya yang curam, tim identifikasi Polresta Bima sempat kesulitan menggelar olah TKP. Polisi juga harus menyingkirkan warga yang masih ada di sekitar lokasi penemuan. “Korban ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang duduk dan berfoto-foto. Melihat ada potongan kaki manusia yang menjular keluar dari dalam karung, warga tersebut langsung melaporkan ke warga lain dan kantor polisi. Tak lama kami pun langsung menuju lokasi penemuan,” kata Kanit Pidum Polresta Bima, Iptu Hilmy Prayugo, Rabu (28/9).
Seusai olah TKP, mayat yang berjenis kelamin laki-laki ini kemudian dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kantong mayat untuk dibawa ke RSUD Bima guna dilakukan autopsi. “Kami akan terus menyelidiki siapa pelaku pembunuhan sadis ini. Bagi warga yang merasa ada kehilangan anggota keluarganya silakan datang melaporkan ke kantor polisi karena mayat kami temukan tanpa identitas,” ujarnya.
Diperkirakan korban dibuang pelaku sudah lebih dari 1×24 jam karena jasad korban sudah mengeluarkan bau busuk.
Cari Lokasi
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat bersama Kepolisian Resor Kota Bima hari ini akan kembali mendatangi lokasi ditemukannya mayat tukang ojek korban mutilasi yang bernama Husein Landa, 42 tahun. Lokasi itu berdekatan dengan lokasi wisata permandian Bima Tirta di Ule, Bima.
Kali ini, para penyelidik berfokus pada pencarian lokasi eksekusi pembunuhan. “Sekarang kami akan cari TKP (tempat kejadian perkara) eksekusi. Kami cari betul, dan ini arahnya sedang dipersempit,” ujar Kepala Polres Kota Bima Ajun Komisaris Besar Ahmad Nurman Ismail, Rabu, (28/9).
Menurut Nurman, polisi akan menurunkan tim dari laboratorium forensik. “Mudah-mudahan ada hasil signifikan dari TKP,” ucapnya. Hingga hari ini, polisi telah melakukan olah TKP sebanyak empat kali.
Jenazah Husein masih belum diambil pihak keluarga. “Kami sudah menyerahkan kepada keluarga untuk mengambilnya,” ujar Ahmad. Husein sebelumnya dinyatakan hilang oleh keluarganya karena tak kunjung pulang ke rumah selama dua hari.
Nurman menambahkan, pihaknya masih mencari informasi dari para saksi, seperti keluarga korban dan orang di sekitar tempat korban bertugas. “Karena dia kan hilang, terus ditemukan di Ule dengan kondisi sudah mengenaskan,” tuturnya.
Polisi mengimbau pelaku menyerahkan diri, meski ia optimistis akan segera mengungkap pembunuhan itu. “Pasti terungkap. Orang yang membunuh itu pasti enggak tenang. Kita doakan pelaku menyerahkan diri saja,” katanya.

LEAVE A REPLY