Ketua DPRD KSB Minta Pembanguan Pasar Jereweh Dihentikan

0
616
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB
Insiden rubuhnya tembok proyek APBN pembangunan Pasar Jereweh belakangan menuai perhatian dari sejumlah pihak. Tak pelak unsur wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pun turun langsung ke lokasi meninjau lokasi tempat terjadinya insiden kecelakaan kerja.
Bukan hanya karena proyek ini bersumber dari APBN, namun insiden ini menjadi heboh karena standar keselamatan dan kelalaian proyek miliaran rupiah itu, diduga justru memicu munculnya berbagai desakan proses hukum terus dilancarkan.
Ketua DPRD setempat, Muhammad Nasir bersama rombongan yakni Wakil ketua dan anggota Komisi III langsung saja turun meninjau lokasi insiden proyek pasar jereweh ini. Ketua DPRD KSB menanyakan langsung kepada pengawas dan pelaksana proyek termasuk PPK dari dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM sebagai user.
Nasir menemukan fakta bahwa tewasnya Abdurrahman (53) tahun warga RT 02 RW 01 Desa Beru Kecamatan Jereweh, akibat konstruksi bangunan yang tidak lengkap. Balok beton tengah sebagai pengunci ternyata tidak dipasang terlebih dahulu.
Belum lagi, ia menanyakan langsung, ternyata pekerja atau korban tidak menggunakan standar keamanan kerja yang benar. “Kalau kita lihat mutu konstruksi saya pertanyakan. Kalau akibat angin tidak mungkin seperti ini. Apalagi umurnya sudah 14 hari. Inikan bangunan lama, kalau karena angin bangunan baru pasti roboh. Saya duga kuat sekali campurannya bermasalah,” kata Nasir, kepada Gaung NTB, di lokasi, Senin (26/9).
Atas dasar itu Ia mendesak kepada kepolisian untuk mengusut dan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan sebab-sebab tewasnya korban. Proyek ini kata dia belum selesai. Pihaknya ingin memastikan ada langkah lanjutan mengusut masalah ini.
Ia meminta kontraktor pelaksana menghentikan seluruh pekerjaan sampai investigasi dari kepolisian selesai. Anggota komisi III juga mendesak menghentikan pekerjaan yang masuk dalam penyelidikan atau police linne sampai proses hukum selesai. “Yang meninggal pakai tidak helm atau standar safety. Jika tidak pekerjaan proyek ini tidak standar,” ujar Nasir usai mendengar jawaban pengawas proyek.
Ia meminta pengawas dan pihak dinas memastikan standar keamanan pekerja dipenuhi. Desakan agar proses hukum berjalan diharapkan terlaksana. Sebab, ini menyangkut nyawa dan kelalaian pelaksana. DPRD menilai harus ada penegakkan hukum dalam insiden tadi.

loading...

LEAVE A REPLY