Barujari Berhenti Batuk, Langit Lombok Bersih

0
496
loading...
loading...

Mataram, Gaung NTB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Rum memastikan tidak ada letusan abu vulkanik dari Gunung Baru Jari, anak Gunung Rinjani.
“Alhamdulillah, hari ini tidak ada letusan susulan, kondisi aman. Udara di Kota Mataram juga aman,” ujar Rum kepada wartawan, Rabu (28/9).
Ia mengatakan, letusan Gunung Barujari yang terjadi pada Selasa, 27 September 2016, tidak mengganggu aktivitas warga setempat. Masyarakat sekitar gunung juga dipastikan aman dari letusan.
“Untuk sementara kondisi aman, tidak ada kekhawatiran dari masyarakat. Mereka bahkan mulai beraktivitas kembali,” kata dia.
Begitu juga aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok (BIL). Ia mengatakan, aktivitas di bandara berjalan seperti biasa, tanpa ada gangguan dari debu vulkanik karena saat ini udara Lombok bersih dari debu.
Rum menjelaskan, saat terjadi letusan, abu vulkanik Gunung Barujari mengarah ke barat daya dan dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat dan penerbangan. Namun karena angin cukup kencang, abu vulkanik tersebut disapu dan hilang dari udara Lombok sehingga tidak berdampak ke aktivitas bandara.
“Alhamdulillah, kita diuntungkan dengan angin kencang yang cepat menyapu debu letusan di atas sehingga tak berdampak ke masyarakat dan aktivitas bandara,” kata dia.
Lima Pendaki
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pusat Vulkanologi (PVMBG) pun langsung menaikkan status Gunung Rinjani dari normal aktif (level I) menjadi waspada (level II) terhitung pasca-erupsi kemarin, pukul 15.00 Wita. Radius tiga kilometer (km) dari puncak gunung wajib steril dari semua wisatawan.
Dari ratusan pendaki yang berada di atas gunung, hingga kini baru tiga orang wisatawan bersama tiga porternya yang sudah turun. Mereka menginap di pos 3 atau Pos Bawak Nao, yang hanya berjarak lima kilometer (km) dari Pos BTNGR Sembalun.
“Kalau ratusan pendaki yang di danau, kami belum bisa mendeteksi kondisinya, namun diperkirakan mereka dalam posisi aman. Tapi, kami harus melakukan evakuasi karena jalur pendakian sudah ditutup,” kata Taufikurrahman, petugas Polisi Kehutanan wilayah kerja Pos TNGR di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

loading...

LEAVE A REPLY