PT Newmont Nusa Tenggara

MENANG TIGA KALI TANAH ORONG SEPANG BELUM DIKUASAI

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Upaya dan usaha mencari keadilan hukum yang dilakukan lelaki Maswarang Jeme alias Mejik (51) oknum PNS yang bertugas pada Dishubkominfo Sumbawa sebagai petugas LLAJR ini yang bermukim di Dusun Lopok Bawah Desa Lopok Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa atas hak tanah sawah seluas sekitar 9.160 M2 dari luas keseluruhan seluas sekitar 2,40 Ha yang terletak di Peliuk Orong Sepang Desa Langam Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa yang merupakan harta peninggalan dari Jeme (orang tuanya) sejak tahun 2011 (lima tahun silam) dengan menempuh gugatan sengketa perdata melalui tingkat peradilan pertama Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, Pengadilan Tinggi Mataram hingga ketingkat peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia melawan Tergugat/Pembanding atau Pemohon Kasasi A Rahman Sapi yang didampingi kuasa hukumnya Advocat Zainuddin SH yang berakhir dengan memperoleh kemenangan telak tiga kali secara berturut-turut sesuai dengan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach) hingga dilaksanakan eksekusi pengosongan tanah obyek sengketa oleh Pengadilan Negeri Sumbawa Besar 13 Nopember 2015 lalu dan menyerahkannya kepada Penggugat /Terbanding /Termohon Kasasi Maswarang Jeme selaku yang berhak atas tanah dimaksud, akan tetapi tanah sawah obyek sengketa orong Sepang tersebut hingga kini belum dapat dikuasai secara mutlak oleh Maswarang Jeme karena masih dikuasai secara melawan hukum oleh sejumlah pihak terkait.
Maswarang Jeme yang sengaja datang ke kantor redaksi Gaung NTB dalam keterangan Persnya kemarin menuturkan kronologis upaya hukum mencari keadilan atas hak tanah warisan berupa tanah sawah di Orong Sepang seluas sekitar 9.160 M2 yang berada dikawasan Desa Langam Kecamatan Lopok Sumbawa itu dengan memperlihatkan sejumlah dokumen terkait, dimana sengketa perdata atas tanah obyek sengketa itu telah dilakukan sejak tahun 2011 lalu dengan memperoleh putusan hukum atas perkara Nomor 01/Pdt.G/2012/PN SBB tanggal 13 Juni 2012 yang ditandatangani ketua majelis hakim PN Sumbawa Besar I Made Gede Trisna Jaya Susila SH dengan hakim anggota Ida Ayu Masyuni SH dan M Nur Salam SH didampingi Panitera Pengganti Rabind Ranath Tagore SH, dengan inti keputusan bahwa tanah obyek sengketa di Orong Sepang itu adalah sah menjadi hak penggugat Maswarang Jeme dan bagi pihak yang menguasai ataupun menanami tanah obyek sengketa adalah perbuatan melanggar hukum.
Setelah memperoleh kemenangan di PN Sumbawa Besar terang Mejik akrab Maswarang Jeme disapa, pihak tergugat A Rahman Sapi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Mataram, namun majelis hakim diketuai Hj Rr Suryadani S A SH M.Hum bersama hakim anggota Agus Subekti SH MH dan R Hendro Suseno SH didampingi Panitera Pengganti I Gede Subagyo SH dalam putusan perkara perdata Nomor 155/Pdt/2012/PT.MTR tertanggal 6 Februari 2012 justru menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar dengan memenangkan kedua kalinya bagi Maswarang Jeme, lantas tergugat A Rahman Sapi tidak puas kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia hingga memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap (Inkrah) Nomor 1583 K/PDT/2013 berdasarkan hasil rapat permusyawaratan Mahkamah Agung tanggal 2 Oktober 2013 diketuai majelis hakim agung MA Dr Yakup Ginting SH C.N M.Kn dengan hakim-hakim anggota Prof Dr H Abdul Manan SH S.IP M.Hum dan I Made Tara SH didampingi Panitera Pengganti Tjandra Dewajani SH, dengan menguatkan kembali dua putusan tingkat peradilan pertama sebelumnya baik itu putusan PN Sumbawa Besar maupun putusan PT Mataram, dengan menolak permohonan kasasi A Rahman Sapi, sehingga Maswarang Jeme memperoleh kemenangan telak untuk ketiga kalinya.
Berdasarkan ketiga putusan peradilan tingkat pertama PN Sumbawa Besar – PT Mataram dan putusan tertinggi kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia itulah sambung Maswarang Jeme, pihaknya mengajukan permohonan eksekusi atas tanah obyek sengketa di Orong Sepang Desa Langam Kecamatan Lopok Sumbawa itu dan berdasarkan perintah dan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa Besar melalui Panitera/Sekretaris M Saleh SH dengan mendapatkan bantuan aparat keamanan Kepolisian dan TNI telah dilakukan pengosongan lahan tanah obyek sengketa sesuai dengan berita acara eksekusi pengosongan Nomor 1/Pdt.G/2012/PN.SBB pada hari Jum’at 13 Nopember 2015 lalu yang disaksikan sejumlah pihak terkait lainnya.
Namun sekitar tiga bulan kemudian tepatnya pada hari Sabtu 13 Pebruari 2016 sekitar jam 10.45 Wita empat orang warga Lopok bernama Tunru Saguni bersama istrinya Hadijah dan anaknya bernama Hendrayadi alias Yadi serta Naima Bado masuk membajak kedalam tanah sawah di orong Sepang tanpa seizin dari dirinya selaku pemilik sah dari Maswarang Jeme sehingga kasusnya diproses pidana dalam kasus perampasan hak melalui Polsek Lape hingga berakhir di Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, dimana berdasarkan putusan majelis hakim diketuai Hari Suprianto SH MH dkk telah menjatuhkan vonis pidana terhadap tersangka/terdakwa Hendrayadi alias Yadi (32) Wiraswasta yang beralamat di Desa Langam Kecamatan Lopok pada hari Jum’at 3 Mei 2016 lalu dengan putusan pidana kurungan selama 2 bulan dengan masa percobaan selama 4 bulan, karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 jo psl 6 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 51 Tahun 1960, sedangkan Tunru Saguni – Hadijah dan Naima Bado dan yang lainnya juga ikut serta dilaporkan sebelumnya ke Polsek lape sejauh ini perkembangan kasusnya tidak diketahui dengan jelas penanganannnya, tukas Maswarang Jeme.
Bahkan, saat ini Tunru Saguni bersama Hadijah dan Naima Badollah didampingi kuasa hukumnya Advocat Zainuddin SH kata Maswarang Jeme, telah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar dan telah terdaftar dalam register perkara nomor 45/Pdt.G/2016/PN.SBW tertanggal 5 September 2016 dengan tergugat saya sendiri atas obyek sengketa tanah dilokasi Orong Sepang dengan luas total sekitar 2.716 M2 yang kini dikuasai oleh para penggugat Tunru Saguni dkk, kendati demikian pihaknya tidak akan gentar ataupun patah semangat untuk memperjuangkan hak atas tanah dilokasi Orong Sepang tersebut, pungkasnya.
“Apalagi gugatan perdata yang diajukan oleh para penggugat Tunru Saguni dkk itu atas tanah sawah dilokasi Orong Sepang Desa Langam Kecamatan Lopok itu termasuk didalamnya tanah obyek sengketa seluas 9.160 M2 yang secara sah menurut hukum telah menjadi hak miliknya tetapi masih dikuasai oleh para Penggugat, sehingga pihaknya sangat yakin kalau majelis hakim yang menangani perkara tersebut akan mengadilinya secara adil sesuai dengan aturan hukum dan perundangan yang berlaku,” pungkas Maswarang Jeme mengakhiri keterangannya kepada Gaung NTB.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply