PT Newmont Nusa Tenggara

Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Disosialisasikan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Untuk melaksanakan pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi nol Hektar, melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 hektar di Indonesia termasuk di Kabupaten Sumbawa, Direktorat Jendral Cipta Karya bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumbawa menggelar Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), yang sosialisasinya digelar di Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa, Senin (26/9).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumbawa Drs. H. Muhammading, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa program KOTAKU merupakan program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan rencana strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015 – 2019. Sasaran program ini jelas H Ading—sapaan akrab Asisten II Sekda Sumbawa, adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 hektar melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 ha di Indonesia termasuk di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu juga diharapkan meningkatnya akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
Dijelaskan H Ading, bahwa dari luas 38.431 hektar kawasan permukiman kumuh saat ini, 23.473 hektar diantaranya berada di wilayah perkotaan dan 11.957 hektar berada di wilayah perdesaan.
Program KOTAKU katanya, menggunakan sinergi platform kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya di kabupaten/kota serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan dan gerakan 100-0-100 dalam rangka mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
Dan gerakan 100-0-100 mentargekan penyediaan 100 persen akses aman air minun, nol persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.
Ditambahkan H Ading, bahwa pada pelaksanaan program KOTAKU, peran Pemerintah Daerah sangat strategis dan penting sebagai pengendali program. Karena Pemda berperan sebagai regulator yang mengakomodasi berbagai aspirasi pelaku pembangunan permukiman dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemda juga katanya, memfasilitasi masyarakat untuk berperan aktif dalam melaksanakan penanganan permukiman kumuh sekala lingkungan kemudian juga berperan untuk membangun kolaborasi antar pelaku, program dan pendanaan dalam upaya percepatan penanganan kumuh perkotaan yang dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, pemanfaatan, pemeliharaan dan keberlanjutan. Serta membangun atau menguatkan peran kelembagaan daerah dalam penanganan kumuh, yaitu Kelompok Kerja (POKJA) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sehingga peran aktif masyarakat dalam upaya mensinergikan penanganan permukiman kumuh skala kota/kawasan dan skala lingkungan sangat dibutuhkan.
Diakhir kegiatan, dilakukan penandatanganan Pencapaian Kabupaten Sumbawa menjadi Nol Persen Kumuh bersama seluruh jajaran SKPD, Organisasi Kelembagaan Masyarakat, Perguruan Tinggi, dan Kelompok Peduli lainnya, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, yang menyusul datang setelah pembukaan sosialisasi berlangsung.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply