PT Newmont Nusa Tenggara

KEJAKSAAN PERTAJAM DIK SATU TERSANGKA RUMAH ADAT KSB

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah satu tersangka/terdakwa kasus proyek pembangunan rumah adat KSB tahun 2014 lalu yang menyerap anggaran daerah Pariri Lema Bariri senilai Rp 1,9 Miliar yang melibatkan oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yahya Soud SE MM pada persidangan Tipikor Mataram pekan kemarin telah dituntaskan proses persidangannya dengan hakim Tipikor menjatuhkan vonis pidana 1 tahun (Setahun) penjara potong tahanan dengan denda sebesar Rp 50.000.000 Subsider 3 bulan kurungan, karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 jo psl 18 UU No 31/1999 yang diubah dengan UU No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, maka kini Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa kembali membuka lembaran baru dengan melakukan penajaman penyidikan terhadap satu tersangka lainnya atas nama Teguh Maramis selaku kontraktor pelaksana PT Sembada Agung Jawa Timur.
Kajari Sumbawa Paryono SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin (26/09) kemarin membenarkan kalau pihaknya telah memerintahkan kepada Kasi Pidana Khusus (Pidsus) selaku koordinator tim Jaksa Penyidik untuk segera melakukan penajaman penyidikan terhadap satu tersangka lainnya dalam kasus proyek pembangunan rumah adat KSB yang melibatkan tersangka Teguh Maramis sekalu kontraktor pelaksana dari PT Sembada Agung Jawa Timur, agar perkaranya dapat dengan segera dilakukan proses pemberkasan dan penuntasannya sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku, mengingat satu tersangka/terdakwa sebelumnya telah dinyatakan selesai penanganannya pada Tipikor Mataram.
“Saya telah perintahkan tim jaksa Penyidik untuk segera melakukan penajaman penyidikan kembali atas kasus rumah adat KSB yang melibatkan tersangka kontraktor pelaksana dengan memanggil dan memeriksa sejumlah saksi terkait agar perkara tunggakan tersebut dapat dengan segera dituntaskan finalisasi penyidikan dan pemberkasannya, sehingga secepatnya perkara tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram,” demikian Kajari Paryono SH.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply