PT Newmont Nusa Tenggara

479 PAUD Nikmati BOP 25 Lembaga Masih Terkendala Pemberkasan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sebagian besar lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah menikmati Bantuan Oprasional PAUD (BOP). Dari 504 lembaga yang telah menerima ada sebanyak 479 lembaga PAUD.
Sementara 25 lembaga lainnya belum dapat menikmati dana tersebut, lantaran terkendala terkendala pemberkasan.
Kasi PAUD Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, Mukhlis, SPd, memastikan bahwa 25 lembaga PAUD akan menerima dana bersumber dari APBN itu dalam waktu dekat. Sebab berkas kurang hanya berupa lampiran perubahan Rencana Penggunaan Uang (RPU).
Menurutnya, RPU harus dirubah lantaran adanya perubahan data alokasi BOP. Sehingga harus disesuaikan. Ada yang jumlah BOP-nya meningkat dari jumlah tahun lalu. Ada pula yang jumlahnya justru berkurang dari jumlah tahun sebelumnya. “’Ada perubahan jumlah alokasi yang mereka dapatkan. Ada yang naik (jumlah BOP) dari 18 menjadi 21 juta. Ada juga yang kurang. Dari jumlah 21 juta menjadi 19 juta. Jadi harus disesuaikan,” ujarnya.
Dijelaskan Mukhlis, tak ada batas akhir pemberkasan. Namun demikian, lembaga PAUD bersangkutan diharapkan segera melengkapinya. Agar segera dapat menikmati BOP layaknya sebagian besar PAUD lainnya.
Begitu berkas sudah lengkap, lanjut dia, disarankan agar langsung dimasukkan ke Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kabupaten Sumbawa. Setelahnya, uang langsung ditransfer dan masuk ke rekening lembaga masing-masing. “Tidak ada batas waktu permbekasan. Tapi kan semakin cepat lebih baik. Agar BOP segera bisa dinikmati dan segera dilaporkan penggunaannya,” kata Muhklis.
Dikatakannya, sistem pelaporan pertanggung jawaban BOP tahun ini sangat mudah. Karena telah menggunakan sistem online. Dengan sistem ini, lembaga PAUD bersangkutan tak perlu capek ke Dinas. Apalagi sampai menghabiskan banyak biaya hanya sekedar untuk fhoto copy laporan.
Di samping itu, lembaga PAUD bersangkutan tidak perlu harus menunggu semua uang digunakan. Jika uang yang terpakai baru 50 persen, yang dilaporkan pun bisa dengan jumlah tersebut. “Lembaga dipermudahkan (dalam pelaporan). Tidak harus semua uang telah terpakai baru dilaporkan. Tidak perlu repot lagi fhoto copy laporan banyak-banyak. Cukup kunjungi situsnya, kemudian buka aplikasinya,” tandasnya.
Sistem pelaporan semacam ini baru pertama kali diterapkan tahun ini. Sehingga dengan mudahnya pelaporan, lembaga PAUD bersangkutan diharapkan tidak lalai dalam melaporkan penggunaan BOP.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply