Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan IGD Sumbawa

0
560
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa yang dibangun melalui APBD Kabupaten Sumbawa dengan nilai anggaran Rp 3,7 miliar kembali dipersoalkan.
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Yusuf Tauziri SIK yang dikonfirmasi Gaung NTB, Selasa (14/09) membenarkan adanya laporan tersebut. Mengingat disposisi mengenai laporan tersebut, beberapa hari yang lalu telah masuk.
Berdasarkan laporan, diduga terjadi penyimpangan dalam pembangunannya, dimana ada dugaan tidak sesuai spesifikasi dan dugaan mark-up. Pihaknya tetap akan menindaklanjuti setiap laporan tersebut, namun terlebih dahulu akan dilakukan pengecekan. Mengingat laporan dugaan tersebut belum tentu benar sepenuhnya. “Ini kan masih sebatas laporan, kami belum bisa mengambil kesimpulan”, ujarnya.
Sesuai rencananya, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil saksi pelapor guna dimintai keterangan dan pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan pihak Inspektorat Kabupaten Sumbawa selaku pengawasan daerah.
Untuk diketahui, dalam proses pembangunan gedung IGD baru sempat menuai permasalahan. Dimana Sub kontraktor pernah mencabut sejumlah fasilitas IGD. Karena pihak kontraktor tidak membayar fasilitas kepada Subkon, namun persoalan tersebut dapat terselesaikan. Meskipun demikian, saat pembangunan IGD dinyatakan rampung 100 %, sempat mendapat sorotan sejumlah pihak, termasuk dari Komisi IV DPRD Sumbawa yang melakukan pengecekan, diduga pembangunannya tidak sesuai sfesifikasi.
Namun pihak RSUD meyakini pembangunan yang dilakukan sudah sesuai, sehingga gedung IGD baru tersebut resmi dioperasikan beberapa bulan yang lalu, bahkan masyarakat sudah mulai menikmati pelayanan dari IGD baru tersebut.

loading...

LEAVE A REPLY