PEMBUNUH JENDERAL EROS DIVONIS 10 TAHUN PENJARA

0
752
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Nsh alias Anton (48) karyawan swasta yang bermukim di Jalan Mawar Kelurahan Bugis Kecamatan Sumbawa akhirnya pada sidang terbuka untuk umum yang berlangsung diruang sidang Candra Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Kamis sore (22/09) kemarin dijatuhi vonis pidana selama 10 tahun penjara potong tahanan oleh majelis hakim diketuai Hari Suprianto SH MH dengan hakim anggota Reza Tyrama SH dan Agus Supriyono SH didampingi Panitera Pengganti Nelly Naulufah SH, karena terdakwa dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap korban Ikhwan alias Jenderal alias Eros yang tewas akibat luka tusukan senjata tajam sebilah pisau yang mengenai bagian pundak, dada, leher dan lengan itu yang sempat menggemparkan warga masyarakat daerah ini, sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP.
Kendati putusan hakim sedikit ringan dua tahun dari tuntutan tim Jaksa Penunut Umum Kejari umbawa sebelumnya yang menuntut pidana selama 12 tahun penjara potong tahanan, namun terdakwa didampingi penasehat hukumnya Advocat Abdul Kadir SH maupun Tim JPU diwakili Jaksa Dina Kurniawati SH menyatakan pikir-pikir untuk menerimanya.
Majelis hakim dalam amar putusan pidananya sangat sependapat dengan dakwaan jaksa tentang perbuatan pidana yang dilakukan oleh terdakwa termasuk penerapan unsur pasal pidana yang diberikan kepada terdakwa dan tidak sependapat dengan pandangan penasehat hukum terdakwa yang meyakini penerapan Pasal 353 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang direncanakan, tetapi hakim berkeyakinan sama dengan tim Jaksa dengan memperhatikan fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan sejumlah saksi terkait, keterangan terdakwa dan sejumlah barang bukti yang diajukan kepersidangan, maka perbuatan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa Nrh alias Anton (48) yakni telah dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain yaitu korban Ikhwan alias Jenderal alias Eros meninggal dunia telah terbukti secara sah dan meyakinkan terjadi pada hari Sabtu 12 Maret 2016 lalu sekitar pukul 07.00 Wita bertempat di TKP gang depan terminal Brang Bara Kecamatan Sumbawa.
Awalnya terdakwa berada dikediamannya di Jalan Mawar Kelurahan Bugis Sumbawa memikirkan keadaan rumah tangganya yang sedang bermasalah karena kecurigaannya terhadap istri yang telah berselingkuh dengan korban Ikhwan alias Jenderal alias Eros, sehingga terdakwa saat itu merasa sakit hati terhadap korban lantas diapun mengambil sebilah pisau dapur yang berada diatas buffet rumah untuk kemudian pergi menggunakan sepeda motor dengan tujuan kerumah korban di Kelurahan Brang Bara Kecamatan Sumbawa.
Sesampainya didekat rumah korban, terdakwa melihat korban sedang duduk ditangga rumah panggung membuat terdakwa menghentikan sepeda motornya dan mendekati korban dengan terlebih dahulu mengeluarkan pisau dari sarung yang disimpan dalam plastik yang digantungkan sebelumnya di sepeda motor, dimana korban melihat terdakwa mendekatinya dengan membawa pisau yang terbuka langsung berlari menuju kearah jalan, namun sesampai didepan gang terminal Brang Bara itu terdakwa berhasil menikam pundak sebelah kiri korban sebanyak 1 kali sehingga korban terjatuh dalam keadaan terlentang dan tidak berdaya korbanpun dihujani tusukan pisau oleh terdakwa kearah leher sebelah kiri 1 kali, tusukan kearah bagian dada kanan sebanyak 4 kali dan 1 kali tusukan mengenai lengan bawah kanan, lantas terdakwapun pergi meninggalkan korban langsung menyerahkan diri ke Mapolres Sumbawa, sementara korban Ikhwan alias Jenderal alias Eros kendati sempat mendapat perawatan di RSUD Sumbawa dan bahkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Graha Ultima Medica Mataram, namun nyawanya tak dapat tertolong akibat sejumlah luka yang diderita.

loading...

LEAVE A REPLY