MUSDA PARTAI GOLKAR SUMBAWA DEADLOCK

0
663
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX Partai Golkar Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Mataram, Sabtu (3/11), ricuh dan berakhir deadlock.
Sidang pemilihan ketua baru masa bhakti 2016-2021 yang dipimpin Wakil Ketua DPD I Hajah Isvi Rupaida tidak dapat berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan, karena puluhan Pengurus Kecamatan (PK) Golkar yang hadir menjadi peserta ternyata kepengurusannya ganda. Sedangkan sejumlah organisasi sayap baik yang mendukung kubu H Farhan Bulkiah SP – H Nurdin Marjuni SH maupun kubu Jack Morsa Abdullah S.Adm – Akhmadul Kusasi SH berseteru tajam soal dasar dilakukan Musda yang tidak merujuk pada Petunjuk Pelaksana (Juklak) Partai Golkar Nomor 05/GOLKAR/VI/2016 tentang Musda.
Informasi yang berhasil dihimpun Gaung NTB dari Mataram Sabtu kemarin menyebutkan, Musda partai Golkar Kabupaten Sumbawa yang semula dijadwalkan akan berlangsung pagi hari terpaksa diundur pelaksanaannya siang hari mulai jam 14.00 Wita di Aula Pertemuan Sekretariat DPD I partai Golkar NTB, karena menunggu kedatangan para peserta. Sejak dibuka, tanda-tanda kericuhan bermunculan Musda yang dipimpin ketua sidang Hj Isvi Rupaida (kini Ketua DPRD-NTB) itu mulai tampak ketika sejumlah PK mempertanyakan persyaratan sebagai calon ketua DPD, apalagi pengajuan calon tidak menggunakan sistem paket (pasangan ketua dan sekretaris, red).
Sebaliknya PK lain memprotes kepesertaan PK lainnya karena dianggap sudah kadaluarsa. Menurut informasi, H Farhan membawa PK yang ber-SK lama sedangkan Jack Morsa didukung oleh PK yang ber-SK baru hingga ada beberapa kecamatan yang pesertanya ganda. Masing-masing pihak bertahan dengan sikap masing-masing sehingga suasana sidang nyaris tidak kondusif.
Kericuhan juga tampak menguat ketika H Farhan Bulkiah SP ditolak untuk maju menjadi calon ketua DPD II Partai Golkar Sumbawa sehingga yang disetujui hanya dua kandidat yakni H Nurdin Marjuni SH dan Jack Morsa Abdullah S.Adm. Suasana persidangan semakin seru diwarnai hujan intrupsi dengan debat kusir. Namun akhirnya berkat pengalaman dan kepiawaian dalam pimpinan sidang, Hj Isvi Rupaida mengambil jalan tengah dengan mengambil keputusan sekitar pukul 17.00 Wita dengan menutup Musda ke-IX Partai Golkar Sumbawa dalam kondisi “Deadlock”.
Karena kepengurusan H Farhan – Akhmadul Kusasi sudah berakhir dan dinyatakan demisioner, maka untuk sementara roda organisasi partai berlambang pohon beringin itu di Tana Samawa ditunjuk Pelaksana Tugas (PLT) dari DPD I Partai Golkar NTB.
Plt akan melaksanakan tugas melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Kecamatan (Muscam) untuk memilih Pengurus Desa dan Kecamatan (PD dan PK Golkar) yang lebih sah dan definitif untuk kemudian baru dapat melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) partai Golkar Sumbawa yang akan ditentukan lebih lanjut.
H Hafied Awad BA selaku Ketua Panitia Pelaksana Musda IX Partai Golkar Kabupaten Sumbawa dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB melalui teleconference langsung dari Mataram Sabtu sore, membenarkan kalau Musda Golkar Sumbawa ini berakhir deadlock. “Apa hendak dikata itulah kenyataan yang terjadi,” katanya. Pihaknya tidak dapat berbuat banyak hanya bisa menjalankan tugas selaku panitia yang sifatnya memfasilitasi kegiatan dimaksud.
Namun lain halnya dengan Muh Naim S.Sos salah seorang pengurus DPD II Partai Golkar Sumbawa versi H Farhan Bulkiah SP – Akhmadul Kusasi SH kepada Gaung NTB melalui jaringan telepon seluler usai Musda menyatakan kekecewaannya dengan pelaksanaan Musda ke-IX partai Golkar Sumbawa yang berakhir dengan keputusan Deadlock akibat pimpinan sidang yang dinilai tidak tegas dalam mengimplementasikan juklak (PO) partai Golkar No 05/GOLKAR/VI/2016 tentang Musda Golkar dengan tidak melakukan verifikasi terlebih dahulu tentang keabsahan peserta (PK Golkar) termasuk bagi calon kandidat yang akan bertarung.
Ia juga mengkritik Isvie terkait penolakan terhadap H Farhan Bulkiah SP sebagai calon ketua. Naim akrab kader Golkar ini, menyebutnya sebagai hal yang keliru. Alasan Naim, karena Haji Farhan telah mengantongi dukungan penuh dari 20 dari 29 suara sah yang akan diperebutkan, yakni PK Golkar Kecamatan yang sah plus dukungan suara dari organisasi sayap yakni AMPG dan Al-Hidayah, Pengurus DPD II dan DPD I NTB maupun Wanhat Golkar.
“Karena Musda berakhir dengan kegagalan, DPD mengambil alih dan menunjuk PLT, tanpa dasar hukum yang jelas, karena ada pihak tertentu yang tidak menginginkan Haji Farhan memimpin Golkar Sumbawa lima tahun kedepan,” paparnya.
Sesuai dengan keputusan DPD I Partai Golkat NTB dibawah kepemimpinan H Suhaely FT ST telah menunjuk PLT DPD II Partai Golkar Sumbawa terdiri dari Ir H Misbach Mulyadi (ketua) didampingi Ir H Busrah Hasan (Sekretaris) dengan dibantu Ir Hj Siti Nurhani dan H Hafied (Ketua OKK) DPD I partai Golkar NTB selaku anggota, guna melaksanakan tugas organisasi sampai dengan dilantiknya pengurus baru DPD II partai Golkar Sumbawa yang definitif.

loading...

LEAVE A REPLY