Keluarga Sebut Oknum Comrel PTNNT Penyebab Robert Bunuh Diri

0
580
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB
Aksi nekat Sahrullah alias Robert (35) warg RT 02/01 Lingkungan Bugis Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan kian berkembang di tengah tengah masyarakat. Ada yang menduga korban mengalami stress, ada pula yang menduga karena tekanan dari keluarga pihak istri.
Seiring berkembangnya desas desus tersebut, secara tegas dibantah oleh ibunda almarhum, Muti.
Kepada Gaung NTB, Muti, mengungkapkan kematian Robert tidak lepas karena mengalami depresi berat dampak dari pemecatan sepihak yang dilakukan oleh Munir – Comrel Newmont – Taliwang.
Diperparah lagi, belasan tahun Alm Robert mengabdikan diri di perusahaan tersebut lalu di PHK, namun tak diberikan pesangon. Ketika menuntut pesangon sejurus mungkin manajemen di perusahaan tersebut beralibi, menyebutkan Robert tidak terdaftar sebagai karyawan di perusahaan tersebut meski telah belasan tahun bekerja.
Kalau dikatakan Robert mengakhiri hidupnya lantaran stress atau ingin mencari sensasi untuk terjun dari puncak menara mesjid masuk ke kolam secara tegas dibantah Muti. “Yang Pasti Putra saya bunuh diri lantaran cukup tertekan akibat di PHK oleh Munir,” sesalnya dengan deraian air mata.
Terlebih lagi yang membuat Robert semakin depresi dengan keadaannya, dilatar belakangi Munir ingkar janji karena sebelumnya pada persidangan kasus pengrusakan sekretariat Comrel PT NNT Taliwang, Munir dihadapan Hakim berjanji akan membayar pesangon untuk Robert, namun apa yang di janjikan itu tak pernah dipenuhi. “Jangankan beri pesangon, sekedar untuk bertemu atau menerima kedatangannya Robert pun Munir selalu menghindar bahkan ogah menerima kehadiran Robert, padahal dia pula yang menjanjikan usai menjalani masa hukuman siap menerima dan mempekerjakan Robert kembali,” beber Muti.
Tak dipungkiri selepas dari Lapas Sumbawa, Robert terus berusaha menemui Munir. Tapi sayangnya Munir selalu menghindar bahkan sampai menjelang ajal pun Munir ogah menemui Robert. “Jadi kuat alasan dari keluarga besar kami, memastikan Munir lah penyebab Robert nekat melakukan aksi bunuh diri,” cetus Muti.
Beberapa hari sebelum meninggal, sambung Muti, Robert sempat membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai apa yang diperintahkan oleh salah seorang pejabat di Newmont yaitu Deden Zaidul Bahri, saat itu menjanjikan akan membantu membayar hak hak nya selama bekerja di Kantor Comrel PT NNT Taliwang berupa pesangon. “Namun sampai saat ini, apa yang di janjikan itu belum juga terealisasikan sedangkan KTP sepeninggal Almarhum Robert telah rampung pembuatannya,” keluh Muti.
Bahkan sampai dengan jasad Almarhum Robert dimasukkan ke liang lahat, tak satu pun dari rekan rekan Robert selama mengabdikan diri di Kantor Comrel PT NNT Taliwang, datang menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. “Tak terkecuali Munir salah satu penyebab Robert bunuh diri pun tak kunjung datang ke rumah duka,” tandasnya.
Mestinya perusahaan manapun yang memperkerjakan Robert saat itu mestinya menunjukan itikad baik dengan membayar berapapyn besaran pesangon. Ironisnya, keberadaan Robert di perusahaan tersebut tak diakui.
Saat terakhir Almarhum, tak dipungkiri banyak mendapat belas kasihan dari sejumlah pihak termasuk beberapa pejabat yang kebetulan kenal baik, dengan memberikan sedikit uang. Dan uang hasil pemberian rekan rekan tersebut digunakan Robert untuk memenuhi kebutuhan untuk istri dan dua orang puterinya yang masih duduk di klas III SD dan PAUD.
Sepeninggalan Robert, untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya keluarga akan membantu secara patungan. “Kami akan menyisihkan rejeki seadanya secara patungan, apalagi istri almarhum sudah tidak punya orang tua sekarang mereka tinggal di desa Tepas Kecamatan Brang Rea,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY