Diterpa Rumor Miring, SPN  Terus Matangkan Kesiapan Aksi Mogok Kerja Mogok Kerja Mulai 9 – 30 September 2016

0
549
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB
Wakil Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ryan Ranjuliarta, mengungkapkan pemahaman sebagian pihak bahwa perundingan antara serikat pekerja dengan perusahaan hanyalah terkait pembuatan PKB, adalah suatu kekeliruan yang fatal dan harus diluruskan. Substansi dasar dari pengambilan aksi mogok kerja ini adalah karena perusahaan tidak membuka ruang negosiasi/berunding dengan serikat pekerja. “Mogok kerja ini tidak harus terkait dengan sesuatu yang bersifat normatif,” ujarnya.
Dan langkah ini didukung oleh perangkat SPN dari tingkat daerah sampai pusat. Ini perlu ditegaskan karena banyak dikembangkan oleh pihak tertentu bahwa substansi mogok kerja ini hanya semata-mata karena pemberian uang apresiasi, sedangkan uang apresiasi hanya lah aspek kecil yang dibawa pada saat negosiasi dilakukan.
Jadi aksi mogok SPN ini telah memenuhi azas legal formal sesuai peraturan yang berlaku. Adapun berbagai tanggapan yang menyebutkan aksi ini ilegal disebabkan oleh informasi yang disampaikan oleh pihah tertenti tidaklah mendasar fakta dan cenderung sepihak.
Ryan menilai penjualan saham PT NNT kepada PT AMI tentunya memberikan keuntungan yang besar bagi pemegang saham, karena penilaian harga saham yang disepakati adalah pada posisi saham tahun 2014 bukan harga saham tahun 2016. Dimana saham PT NNT dan perusahaan tambang secara umum menurun.
Terkait terminologi transfer karyawan, dalam hal ini tidak diatur dalam perundangan, dan bagian legal PT NNT mengakui hal tersebut dan menyampaikan bahwa transfer karyawan merupakan praktek yang lazim atau dengan kata lain hanya berlandaskan yurisprudensi.
Dalam perundang-undangan hanya diatur mengenai pemutusan hubungan kerja. Berdasarkan ketentuan perundangan apabila dimutasi/di transfer dari suatu perusahaan ke perusahaan lainnya, walaupun dalam satu group (Holding Company), maka sejatinya hal itu berarti telah terjadi pengakhiran/pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan sebelumnya (perusahan A) dan kemudian di rekrut oleh perusahaan lainnya (Perusahaan B).  
Mengenai ketentuan tentang PHK, oleh SPN berpandangan positif sehingga opsi PHK /surplus tidak dikemukakan ke depan demi kepentingan operasional Batu Hijau. Selain itu SPN menghormati keinginan sebagian karyawan yang memilih tetap bekerja dengan perusahaan yang baru.
Hal ini disampaikan menejemen PT NNT, sekaligus menjadi salah satu dasar pengajuan uang Good Will dengan syarat nilainya layak dan berkeadilan bagi karyawan dengan mempertimbangkan sumbangsi karyawan yang merupakan asset terpenting bagi perusahaan.
Apa yang diberikan perusahaan, sangatlah tidak sesuai dengan apa yang telah mereka dan akan dapatkan. Penjualan saham senilai $ 26000 juta dan hanya mau mengeluarkan 0,38, artinya perusahaan tidak menghargai pekerja sama sekali dan bersikap tidak adil.
Atas dasar itulah SPN ingin mengedepankan nilai-nilai yang dianut oleh Newmont yaitu fairness dan respect, yang ternyata tidak dijalankan dan di jiwai dengan baik oleh Newmont sendiri. “PT NNT akankah menarik goodwill yang sudah ditawarkan jika terjadi mogok kerja. Ini merupakan bentuk ancaman, intimidasi dan provokasi, dan SPN menyayangkan hal tersebut banyak pihak yang sengaja melepaskan isu tersebut,” beber Ryan.
Atas dasar tidak ingin kepentingan/tujuan yang direncanakan gagal total, mereka tidak melihat bagaimana perusahaan lain memberikan goodwill yang setimpal, mereka tidak ingin keadilan ditegakkan di PT NNT khususnya di daerah KSB secara umum.
Atas upaya yang tengah diperjuangkan saat ini, tak dipungkiri berkembangnya anggapan/rumor miring adanya Ambisi SPN dan kepentingan tertentu, oleh Ryan kembali mengklarifikasikan, bahwa SPN mempunyai cara berfikir sendiri untuk memperjuangkan apa yang selayaknya harus diperoleh anggota nya dari pekerja pada umumnya.
SPN pernah menjadi garda terdepan dalam membela perusahaan saat adanya Export Ban, berjuang sampai Jakarta guna kepentingan perusahaan dan pekerja. SPN mempunyai dasar perhitungan yang cukup kuat yang belum tentu dimiliki oleh pihak lain, sehingga melahirkan cara berfikir yang berbeda.
Kepenting SPN adalah memberikan keadilan kepada seluruh pekerja tanpa terkecuali, tidak lagi melihat posisi staf atau non staf, operatoratau manager. Perjuangan ini untuk semuayang seharusnya di dukung oleh semua pihak terutama pekerja non staf yang mendapat dampak palingbesar dari ketidak adilan ini.
Pergerakan SPN, selalu ada rintangan baik dalam dan luar terutama mereka yang tidak menginginkan keadilan. SPN bisa berjuang sendiri, namun akan sangat senang jika bisa secara bersama sama selama tujuan nya sama.
Dukungan para pekerja sangat diharapkan secara utuh untuk membantu, tapi SPN tidak memaksa. Dukungan diharapkan adalah dukungan yang tulus tanpa kepentingan dan intrik-intrik politik.
Rencana aksi mogok kerja (AMK) akan berlangsung terhitung mulai tanggal 9 –30 September. “Perlu kami tegaskan bahwa rencana aksi mogok kerja belum pernah dicabut, dan masih terus dipersiapkan,” tegas Ryan.
Konsolidasi internal dan pemetaan kesiapan, dukungan terus dilakukan dan saat ini sudah mencapai 70 persen. Dukungan terhadap aksi ini terus berdatangan baik dari kalangan internal maupun eksternal SPN, termasuk dukungan solidaritas dari anggota SPN diseluruh Indonesia.
Waktu tepat pelaksanaan aksi mogok kerja akan diinformasikan kemudian. Sesuai perundang undangan pemberitahuan kepada pemerintah dan pengusahan selambat lambatnya 7 hari sebelumnya. Bahkan SPN telah membentuk Tim Krisis Akuisisi Saham PT NNT yang diketuai oleh M Salamuddin Yusuf, Sekretaris, Irwan Ghozaly.
Tim ini akan bertanggung jawab langsung ke PSP SPN PT NNT, DPC SPN di Taliwang, DPD SPN di Mataram dan DPP SPN di Jakarta, hal ini terkait tentang tata cara Mogok Kerja dan petunjuk tekhnis yang akan disampaikan kepada anggota.

loading...

LEAVE A REPLY