AKOM Teken MoU Dengan PT Trakindo

0
372
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM), Abdul Haris Taufik, dengan Ira Damayanti Kamal, selaku Learning and Talent Development Manager PT Trakindo Utama, di lahan Kampus AKOM kawasan Olat Maras Kecamatan Moyo Hulu, resmi dilakukan belum lama ini.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Pembina Yayasan Dea Mas, Dr H Zulkieflimansyah SE, MSc, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, diwakili Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Zainal Arifin S.Pt M.Si, anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Berlian Rayes S.Ag M.Si dan M Yamin SE. M.Si, Kepala SDIT SC, Sambirang Ahmadi S.Ag, M.Si, perwakilan UTS, IISBUD dan SMK Al Kahfi serta seluruh mahasiswa AKOM.
Pada kesempatan tersebut, Direktur AKOM, Abdul Haris Taufik, menilai bahwa kerjasama ini sangat membantu dalam proses perkuliahan di kampus tersebut. Mahasiswa AKOM angkatan pertama ini dibatasi jumlahnya, hanya 30 orang dengan umur yang beragam. Mereka mendapat beasiswa penuh hingga sarjana dari Pertamina. “Mahasiswa Program Studi D1 Tekhnik Alat Berat juga mendapat uang transport,” ujarnya
Learning and Talent Development Manager, Ira Damayanti Kamal, dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama dengan AKOM merupakan kehormatan bagi Trakindo. Kerjasama itu merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), sebagai salah satu komitmen perusahaan dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Kerjasama ini berlangsung selama 3 tahun yang diawali dengan penyelenggaraan program pelatihan untuk para dosen dan instruktur AKOM selama sebulan di Cileungsi, Bogor. “Kedepan, perusahaan ini akan terus memback-up AKOM guna melahirkan lulusan yang berkompeten,” janjinya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Dea Mas, DR H. Zulkieflimansyah SE, MSi, menegaskan dibangunnya Akademi Komunitas (AKOM) oleh pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi, sebab AKOM tidak sama dengan kampus biasa, dan orang yang mengenyam pendidikan di tempat itu tidak dibatasi usianya. Hal ini mengingat proses pendidikannya lebih diarahkan bagaimana alumninya siap pakai dan bersaing di dunia kerja. Hal ini dilakukan agar masyarakat Sumbawa, dapat berkesempatan mengenyam pendidikan untuk masa depan yang lebih baik.

loading...

LEAVE A REPLY