4 CJH Asal Kabupaten Sumbawa Akhirnya ke Tanah Suci

0
554
loading...
loading...

Mataram, Gaung NTB
Setelah dirawat intensif di RSUP NTB Mataram selama 3 malam terhitung sejak malam Rabu ((31/8) akibat mengalami gangguan kesehatan, akhirnya 4 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumbawa terbang ke tanah suci pada Minggu (4/9). Mereka digabungkan dengan kloter 11 (kloter terakhir) asal Lombok Barat serta DKI Jakarta. Tidak hanya CJH asal Kabupaten Sumbawa yang mengalami nasib serupa, ada juga CJH asal Kabupaten lain di NTB yang sempat dirawat dahulu baru kemudian diterbangkan ke tanah suci. Demikian disampaikan Drs H Sulman Hafifi Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Sumbawa kepada Gaung NTB, Minggu (4/9).
Menurutnya, rekomendasi dari dokter yang menegaskan kondisi CJH itu betul-betul sehat baru keluar hari sabtu (3/9) sehingga jamaah baru keluar RSUP pada malam minggu. Kemudian mereka beristirahat satu malam di asrama haji. Adalah Siti Fatimah (61) asal Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes, Muhammad Saad (60) asal Kecamatan Alas Barat, Supardi (45)asal Kecamatan Ropang dan Ake Saleh (62) Kecamatan Lape.
Selanjutnya, saat tiba ditanah suci nanti, 4 CJH akan digabungkan kembali dengan kloter Kabupaten Sumbawa yang sudah sampai terlebih dahulu. Diagnosa dokter bahwa rata-rata jamaah itu menderita penyakit jantung dan sesak nafas . Sedangkan dugaan sementara dari panitia haji bahwa CJH kecapaian kemudian lumayan stres dengan rute perjalanan yang cukup panjang sehingga kesehatanya drof ketika itu.
“Kita berdoa semoga perjalanan calon jamaah haji ini dimudahkan, diberikan kesehatan sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan tenang dan lancar, hingga bisa pulang lagi ke Sumbawa dengan kondisi sehat kemudian menjadi haji mabrur yang berkah dunia dan akherat” katanya
Lebih jauh sambung H Sulman, untuk biaya perawatan jamaah selama di RSUP semuanya ditanggung pemerintah. Diungkapkannya, bahwa untuk pemeliharaan kesehatan hingga perawatan di rumah sakit apabila kondisi jamaah sakit terhitung sejak jamaah meninggalkan rumah, diperjalanan hingga kembali lagi ke tanah air biayanya sudah diposkan pemerintah bahkan ada petugas kesehatan yang juga ikut bersama rombongan haji tersebut.
Terkait kondisi 4 jamaah sebelum pemberangkatan melalui jalur darat ke Mataram terang H. Sulman, ketiga jamaah laki-laki itu dalam kondisi sehat dari Sumbawa sedangkan Ibu Siti Fatimah (61) asal Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes memang sudah lemas dari Sumbawa. Sedangkan yang lainnya baru mengalami gangguan kesehatan setelah diasrama haji Mataram. “Kita berdoa semoga jamaah kita diperjalanan tetap sehat” imbuhnya.
Sebelumnya, 328 dari total 332 CJH setelah dikurai 4 jamaah yang ditangguhkan penerbangannya karena sakit yang berasal dari Kabupaten Sumbawa sudah bertolak dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju tanah suci dengan menggunakan pesawat Garuda pada Rabu (31/8) pukul 01.30 dini hari.

loading...

LEAVE A REPLY