PT Newmont Nusa Tenggara

Dua Peristiwa Penting Warnai Pembukaan Mini Fest Kebo Balamung

Empang, Gaung NTB
Dua peristiwa besar dijadikan pertanda dibukanya Mini Fest Kebo Balamung di Kecamatan Empang, belum lama ini menjadikan satu-satunya event kebudayaan yang melibatkan Kerbau sebagai Artis dan bahan cengkrama didalam pergelarannya. Pembukaannya bertepatan dengan perayaan hari Maritim Nasional, pada waktu tersebut juga tengah terjadi peristiwa alam yang sangat luar biasa, yaitu, posisi matahari berada di garis equator atau matahari tepat berada di garis Khatulistiwa. “Mini Fest Kebo Balamung di buka tanggal 23 september 2016 ditandai dengan dua peristiwa, perayaan hari Maritim Nasional dan adanya fenomena alam matahari berada di garis Khatulistiwa (equator),” kata ketua panitia Mini fest Kebo Balamung, Syamsu Ardiansyah, dalam sambutannya pada acara pembukaan festival yang paling unik di daerah ini.
Merayakan hari Maritim sangat erat kaitannya dengan potensi kerbau masyarakat Sumbawa di wilayah timur Kabupaten Sumbawa, mengingat pada tahun 2000 lalu, terdapat 1500 hektar tanah diatas Gili Rakit telah ditetapkan sebagai Lar (Rancah) yang diperkuat dengan Surat Keputusan Bupati Sumbawa, sehingga dengan momentum Mini Fest Kebo Balamung dan Hari Maritim, Gili Rakit dengan luas 17.000 hektar di usulkan agar di canangkan menjadi kawasan Taman Satwa (kebun binatang) khas Sumbawa berbasisi Maritim. “Bayangkan saja kalau Gili Rakit dijadikan taman satwa, itu akan menjadi Kebun Binatang yang paling unik di dunia, karena berada di Pulau. Apalagi ketika kita menyebut Maritim sama dengan infrastruktur maka yang harus di utamakan dalam pembangunan infrastruktur berbasis kelautan,” ulas Syamsu Ardiansyah, yang juga merangkap sebagai Kurator Mini Fest Kebo Balamung 2016 tersebut.
Terkait dengan dua peristiwa itu, lanjut Ardiansyah, lantunan musik pada pembukaan perhelatan kebudayaan peternak kerbau yang di gagasnya, selain di isi oleh seniman gambus Pesisir Sumbawa, pementasan grup band Mata Ano Les (musik akuistik) menjadi suguhan hiburan yang berpadu padan dengan suasana malam pembukaan festival, selain terdapat beduk kerbau, lesung panjang, di sayap kiri panggung berdiri bendera warna-warni serta orang-orangan sawah sebagai bagian dari penafsiran tema utama kegiatan buffalo fashion carnaval “ warna-warni bermain dalam gerak gerik”, diharapkan Kebo Balamung Fest akan di usulkan menjadi agenda Budaya Pariwisata tahunan di wilayah Kecamatan Empang-Tarano Sumbawa. “Pergelaran mini fest Kebo Balamung tanpa dana publik dalam pelaksanaanya, dengan melibatkan tim kreatif minoritas kepanitiaan terdiri 7 orang, dengan melibatkan dukungan moral tiga unsur pemerintahan desa yang dijadikan lokasi pergelaran, pemerintah Desa Empang Bawa, Desa Lamenta dan Desa Empang Atas—serta dukungan masyarakatnya,” pungkasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply