Warga Muer Protes Aktifitas Penambangan Pasir

0
2120
loading...
loading...

Plampang, Gaung NTB – Aktifitas penembangan pasir yang terjadi di Desa Muer dinilai meresahkan warga Dusun Jompong Kalepe Desa Muer, pasalnya penambangan tersebut dipandang akan berakibat pada longsornya tanah warga.H Saleh salah seorang pemilik rumah di bantaran kali tersebut, kepada Gaung NTB (27/07) menyampaikan bahwa aktifitas penambangan pasir tersebut sudah berjalan selama 3 hari dan kegiatan itu akan merusak halaman rumahnya, karena jarak rumah dengan sungai hanya sekitar 7 meter.

“Saya sangat dirugikan dengan aktifitas tersebut, mereka mengeruk menggunakan alat berat setiap hari dan ada sekitar duapuluh Damp truk yang mengangkut material dibawah ke lokasi crusher milik PT Lancar Sejati, saya menduga kegiatan tersebut atas kerjasama pihak tertentu dengan pihak perusahaan”, ucapnya.

Akibat tambang pasir itu katanya setiap tahun tanahnya tergerus air hujan, sehingga terjadi longsor.
Selain itu disampaikan pula bahwa Sungai tersebut merupakan sumber air bagi warga Dusun Jompong Kalepe, namun sekarang kondisinya sudah rusak. “Setiap tahun tanah saya longsor, sekarang tambah parah lagi. Oleh karena itu saya berharap kepada Pemerintah Desa agar memperhatikan hal tersebut dan membuat talut atau lainnya sebagai penahan”, harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Muer, A Hasim yang dikonfirmasi Gaung NTB, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan P3A dan Malar yang bertujuan untuk mengeruk sedimen cekdam yang ada,
karena selama ini debit air semakin berkurang.

“Sebenarnya tidak ada pihak yang dirugikan, pada mulanya pengerukan sedimen Cekdam tersebut atas usulan Malar dan Pengurus P3A karena dipandang debit air semakin berkurang, sementara kebutuhan akan
air irigasi sangat penting dan masih kurang,” jelasnya.

Program tersebut menurut Hasim, merupakan kesepakatan bersama semua unsur desa yang diputusakan melalui musyawarah.

Terkait dengan tudingan karena ada kerja sama dengan PT Lancar Sejati, diakui Hasim dan itu merupakan inisiatif dirinya selaku kepala desa. “Karena Desa Muer ada kegiatan Proyek PT Lancar Sejati, kemudian saya minta tolong kepada mereka agar bisa dipergunakan alat beratnya untuk mengeruk sedimen tersebut, dan sebagai gantinya materialnya diangkut ke lokasi Proyek PT Lancar sejati,” jelasnya.

Selain itu disepakati, PT Lancar Sejati akan memperbaiki beberapa ruas jalan lingkungan termasuk memperbaiki beberapa deuker yang rusak, selain itu mereka juga akan memberikan sumbangan kepada masjid yang ada sebesar Rp 10 juta. “Jangan ada anggapan dari masyarakat bahwa materialnya dijual, hal karena tidak benar, semuanya ada kesepakatan, pada prinsipnya kami sebagai pemimpin bekerja untuk desa agar desa bisa membangun dan mendapatkan keuntungan dari setiap kegiatan,” jelasnya.

Sementara terkait dengan tanah longsor, dia berjanji akan melihat turun ke lokasi untuk melihatnya, dan akan memperhatikannya.

loading...

LEAVE A REPLY