SIDANG PRAPERADILAN, KEPOLISIAN TELAH BERTINDAK SESUAI HUKUM, Advocat M Ridwan SH Akan Ajukan Bukti Rekaman

0
505
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Sidang kali ketiga permohonan Praperadilan yang diajukan M Ridwan SH terhadap termohon I-II-III Kapolri Cq Kapolda NTB Cq Kapolres KSB, Senin pagi (19/07) kemarin kembali berlangsung terbuka untuk umum diruang sidang Candra Pengadilan Negeri Sumbawa Besar dibawah kendali hakim tunggal Reza Tyrama SH didampingi Panitera Pengganti Heri Trianto, dengan agenda memberikan kesempatan kepada pemohon mengajukan seorang saksi setelah sebelumnya pihak termohon Kepolisian menyampaikan sejumlah bukti/dokumen, tiga orang saksi seorang anggota Kepolisian, Kepala Lingkungan Semoan dan Ketua RT lingkungan Semoan Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang KSB serta duplik termohon atas replik yang telah diajukan oleh pemohon.

Dalam dupliknya termohon, kepolisian dalam hal ini Kapolda NTB Brigjen Polisi Drs Umar Soepeno SH MH maupun Kapolres KSB AKBP Andy Hermawan S.IK melalui kuasa hukumnya Deky Subagio SH M.Si (Kabidkum Polda NTB), Kompol H Ridwan Marzuki SH (Advocat Muda Bidkum Polda NTB), Kompol I Wayan Agus Adnyana SH (Kasubid Susluhkum Bidkum Polda NTB), Briptu Marga Raharja SH (Banum Kasubditkum Polda NTB) bersama Ipda Kariyadi (Kasi Propam Polres KSB), Bripka I Gusti Ngurah Rai ( PS Paur Bankum Subaghukum Polres KSB) dan Bripka I Komang Darmada (PS Kanit I Polres KSB ) tetap bertahan dengan eksepsi yang telah disampaikan 13 Juli lalu, dengan membantah seluruh dalil dan alasan yang dikemukakan oleh pemohon M Ridwan SH dan Abdul Kadir SH.

Termohon Kepolisian menilai pemohon seharusnya bisa membedakan antara tindak pidana biasa dengan tindak pidana yang tergolong luar biasa. Dalam hal ini, tegas Kompol H Ridwan Marzuki SH Advocat Muda Bidkum Polda NTB, tindak pidana narkotika merupakan tindak pidana luar biasa sehingga termohon (Kepolisian) dalam upayanya mengungkap bandar, pengedar, jaringan atau pengguna narkotika khususnya dalam tindakan hukum berupaya melakukan penggeledahan dan penyitaan dibolehkan berdasarkan ketentuan Pasal 34 ayat (1) KUHAP dan Pasal 38 ayat (2) KUHAP, dan setelah ditemukan dua alat bukti yang sah kemudian oleh termohon Kepolisian meningkatkan upaya hukum penyelidikan menjadi penyidikannya, tukasnya.

Oleh karena sesuai dengan eksepsi termohon yang telah disampaikan, maka tindakan pihak Kepolisian melakukan penggeledahan badan dan rumah milik pemohon yang telah dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum dan perundangan yang berlaku, sehingga sudah sepatutnya seluruh dalil yang dikemukakan oleh pemohon Advocat M Ridwan SH dikesampingkan, pungkas kuasa hukum termohon.

Sementara itu, pemohon mengajukan saksi Supardi warga Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang KSB dalam keterangan kesaksiannya mengaku pada saat pihak termohon Kepolisian melakukan penggeledahan dirumah mertua pemohon diakui ada melihat sejumlah 3 – 4 orang termasuk anggota Polisi bersama ketua RT dan Kepala Lingkungan Semoan Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang KSB, sedangkan soal yang lainnya saksi mengaku tidak tahu, ujarnya.

Akhirnya sidangpun kembali ditunda Selasa besok (hari ini 19 Juli 2016) untuk memberikan kesempatan kepada pemohon Advocat M Ridwan SH mengajukan sejumlah saksi lainnya dan akan mengajukan bukti rekaman terkait dengan proses pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap pemohon oleh termohon Kepolisian pada saat dilakukan proses penyidikan yang dilakukan sekaligus memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan kesimpulan masing-masing.

Usai sidang Hakim tunggal Reza Tyrama SH kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin kemarin, membenarkan kalau sidang lanjutan diagendakan untuk memberikan kesempatan kepada pemohon mengajukan sejumlah saksi lainnya maupun bukti sekaligus memberikan kesempatan kepada pemohon dan termohon mengajukan kesimpulan masing-masing, sehingga dijadualkan pada hari Kamis (21/07) depan pihaknya sudah bisa membacakan putusannya apakah praperadilan tersebut diterima ataukah ditolak, tunggu saja hasilnya.

loading...

LEAVE A REPLY