PT Newmont Nusa Tenggara

Ganggu Ekologi Laut, Rumpon Ikan di Seluruh Indonesia akan Dimusnahkan

Jakarta, Gaung NTB – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana untuk memusnahkan seluruh rumpon ikan yang tersebar di seluruh perairan Indonesia. Rencana operasi tersebut dilakukan, karena keberadaan rumpon selama ini dinilai telah banyak merugikan nelayan lokal atau tradisional yang ada di setiap daerah.

Hal itu diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikana Susi Pudjiastuti di Jakarta, Selasa (14/06). Menurut dia, jika rumpon ikan terus dibiarkan ada, maka itu akan berdampak pada ekologi perairan yang ada. Akibatnya, ikan-ikan pelagis besar yang ada tidak akan bisa mendekati ke pesisir atau dalam batas wilayah di bawah 4 mil dari bibir pantai. “Operasi pemusnahan rumpon ini akan menggandeng aparat seperti TNI AL dan dilakukan di seluruh Indonesia,” ucap dia.

Dengan kondisi perairan yang telah berubah, Susi menjelaskan, itu akan menyulitkan nelayan untuk mendapatkan ikan-ikan yang berukuran besar dan bernilai ekonomis tinggi. Hal itu, mengakibatkan nelayan hanya bisa dapat jenis ikan kecil-kecil saja seperti malalugis. “Sementara, ikan-ikan yang gede-gede itu pada berkumpul di rumpon-rumpon, tidak mau kepinggir,” ungkapnya.

Selain karena berdampak buruk pada perairan yang ada, Susi memaparkan, alasan pihaknya akan memusnahkan seluruh rumpon yang tersebar di perairan Indonesia, karena hingga saat ini tidak ada izin pemasangan rumpon di manapun lokasinya.

“Rumpon yang terdapat di perairan Indonesia saat ini tidak satu pun memiliki izin dan pemerintah masih tidak mengizinkan untuk pemasangan rumpon di perairan manapun,” jelas dia.

Untuk bisa melancarkan rencana pemusnahan itu, Susi meminta bantuan kepada seluruh nelayan di Indonesia untuk memberikan informasi terkait keberadaan rumpon di perairan masing-masing nelayan di daerahnya. Informasi itu, bisa berupa lokasi dan bisa langsung berupa titik koordinat di perairan.
“Tolong koordinatnya dikasih tahu, bapak bisa kirim sms sama saya dan kami secepatnya akan bergerak bersama TNI AL,” ujarnya.

Susi menyebut, perairan yang saat ini diketahui terdapat banyak rumpon, adalah di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, tidak hanya NTT wilayah lain juga sama. Contohnya, kata dia, ada Teluk Tomini dan Bitung di Sulawesi Utara.

“Di sana, tangkapan nelayan tradisional sebagian besar hanya malalugis yang dikenal sebagai ikan umpan untuk tuna. Padahal potensi tangkapan di sekitar Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik sangat besar karena merupakan habitat tuna dan ikan pelagis besar lainnya,” tutur dia.

Menurut Susi, ikan-ikan seperti tuna dan pelagis besar lain biasanya hidup bergerombol di dalam perairan, namun kemudian terhadang rumpon dan akhirnya hanya berputar-putar di sekitar rumpon saja. Dia yakin, jika rumpon tidak ada, ikan akan mendekat ke pesisir.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply