Oknum Polisi Kabur Setelah Dilimpahkan ke Kejaksaan

0
2987
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Serah terima pelimpahan berkas perkara tahap II kasus tindak pidana ilegal logging dengan mengangkut hasil hutan puluhan kubik kayu jati olahan dan gelondongan tanpa dilengkapi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH) disertai dengan pengiriman enam orang tersangka masing-masing berinitial Shn (39), SY (30), Arh (33), Trm (30), Rus (40) dan SP (43) oknum anggota Polri dari tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Propinsi NTB dan PPNS Dishutbun Sumbawa didampingi Koordinator Pengawasan PPNS dari Polda NTB Kompol Gonzales bersama tim Jaksa dari Kejaksaan Tinggi NTB kepada pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa Besar yang berlangsung Senin (02/05) menjadi “tercoreng”. Salah seorang tersangka yang juga anggota Polres Sumbawa Aipda SP kabur.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sumbawa Feddy Hantyo Nugroho SH didampingi tim Jaksa Penuntut Umum Benny Daniel Parlaungan SH MH yang dipercayakan menangani kasus tersebut dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB di ruang kerjanya Selasa (03/05) sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh oknum anggota Polri tersebut. “Seharusnya dia dapat memberikan contoh yang baik sebagai aparat penegak hukum dengan mentaati proses hukum. Justru sebaliknya yang bersangkutan menghilang menjelang proses penahanan,” ketusnya.

Spr sebelumnya datang ke Kejaksaan dikawal sejumlah anggota Provost Polres Sumbawa dan tim jaksa dari Kejati NTB, Korwas PPNS dari Polda NTB Kompol Gonzales maupun tim PPNS Dishut NTB dan PPNS Dishutbun Sumbawa. Yang bersangkutan sempat dilakukan pemeriksaan oleh JPU Benny Daniel Parlaungan SH MH, akan tetapi menjelang dilaksanakan penahanannya ia meminta izin untuk pulang menggantikan pakaian dinas Polri yang dipakainya. “Namun sampai hari ini yang bersangkutan tidak balik,” ungkap Feddy Hantyo.

Oleh karena itu pihak Kejaksaan telah meminta kepada tim PPNS Dinas Kehutanan Propinsi NTB bersama PPNS Dishutbun Sumbawa yang didampingi Korwas PPNS dari Polda NTB tersebut untuk segera menghadirkan yang bersangkutan secepatnya agar berkas perkara tahap II yang telah dinyatakan lengkap P 21 dapat diterima pelimpahannya untuk segera ditindaklanjuti penanganan persidangannya ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar.
Dikatakan, masalah oknum anggota Polri ini telah dilaporkan kepada Kajari yang langsung melakukan koordinasi dengan Kapolres Sumbawa.

Wakapolres Sumbawa, Kompol Yuyan Priatmaja SIK kepada wartawan di kantornya Selasa (03/05) mengatakan, pihaknya sudah mengantarkan SP ke Kantor Kejaksaan untuk diserahkan bersama sejumlah tersangka lain bersama berkas perkara tahap keduanya.

Ia kemudian mendapat informasi dari kejaksaan pada Senin malam tentang menghilangnya SP. “Sejauh ini hilang komunikasi dengan yang bersangkutan, diperkirakan SP masih ada di sini (Sumbawa),” ungkap Yuyan.
Pihaknya tetap berupaya melakukan pencarian terhadap SP, bahkan pencarian dilakukan juga bersama dengan keluarga SP serta Tim Provost.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya kasus tindak pidana ilegal logging tersebut terungkap setelah dilakukan penangkapan oleh Tim TNI sebelum dilakukan kegiatan Opsgab pada tanggal 20-21 dan 29 Februari serta 2 Maret 2016 bertempat di TKP sekitar Melili Desa Olat Rawa menuju Serading Kecamatan Moyo Hilir . Para tersangka dicegat saat mengangkut kayu hasil hutan secara bersama-sama tanpa dilengkapi dengan SKSHH menggunakan 7 unit truk.

Akibat perbuatannya para tersangka dikenai dengan ancaman pelanggaran Pasal 12 huruf (e) UU No 18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan, dengan ancaman pidana 1 – 5 tahun penjara disertai dengan denda sebesar Rp 500 Juta – Rp 2,5 Miliar.

loading...

LEAVE A REPLY