PT SJR Dianggap Tidak Memberdayakan Pengusaha Lokal

0
1579
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – PT Sumbawa Juta Raya (PT SJR) dianggap oleh masyarakat dan pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumbawa dinilai tidak memberdayakan pengusaha lokal yang ada, pasalnya dalam hal membeli barang kebutuhan perusahan tidak melalui tender, akan tetapi perusahaan tersebut membeli kebutuhan  perusahaan secara langsung oleh perusahaan itu sendiri tanpa melibatkan pengusaha lokal, sehingga terkesan perusahaan tersebut menghindari pajak dan retribusi kepada daerah, hal itu disampaikan Muhammad Taufan, kepada Gaung NTB, Rabu (2/3).

Menurutnya, keberadaan PT SJR atau PT Pama dinilai tidak memberikan azas manfaat dan peluang bagi pengusaha lokal untuk menjadi rekanan dengan perusahaan tersebut. Taufan mencontohkan dalam hal membeli GEL (sebagai bahan galian dalam tanah) hal itu dilakukan sendiri. “Dari segi apa perusahaan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, mereka menghindari menjadi rekanan dengan pengusaha local,” Paparnya
Taufan, mengaku kesal dengan sikap perusahaan yang tidak bergeming, walaupun beberapa tokoh masyarakat telah meminta PT SJR untuk memberdayakan beberapa pengusaha lokal yang ada. “Seandainya perusahaan terus bersikap seperti itu, maka lebih baik perusahaan itu angkat kaki dari Tana Samawa ini,” tandasnya.

Sementara itu, Manajer PT SJR, Indra Prana yang dikonfirmasi Gaung NTB, mengatakan selama ini perusahaan tetap menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal, hanya saja dalam hal pembelian Gel perusahaan sendiri yang langsung membeli, karena bahan tersebut tidak ada di Sumbawa jadi terpaksa perusahaan membelinya secara langsung di Jakarta dikarenakan bahan tersebut dibutuhkan oleh perusahaan secepat mungkin.

Menurut Indra, seandainya ada supplier yang bisa mengadakan barang tersebut di Sumbawa maka perusahaan menggunakan jasa mereka, akan tetapi akan dilihat spesifikasi harganya. “Kalau harganya cocok dan kualitasnya sama yang dibeli oleh perusahaan, perusahaan akan menggunakan jasa mereka,” demikian Indra.

loading...

LEAVE A REPLY