Bedah Rumah Tuntas, Keluarga Alm Baharuddin Apresiasi Jajaran Polres KSB

0
1432
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB – Hampir satu minggu lamanya jajaran kepolisian Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melibatkan puluhan personil Kompi Brimob Subden IV Detasemen A setempat, turun secara maraton melakukan gotong royong ‘Bedah Rumah’ rehab pada bagian atap rumah miliki Almarhum Baharuddin Mustafa—salah satu korban kerusuhan Mei 2015 lalu.

Proses pengerjaan rehab pada bagian atap rumah yang kini dihuni oleh anak dan Rabaiyah (47), yang merupakan istri almarhum mulai rampung pengerjaannya sejak Sabtu (12/3). Tahapan bedah rumah dengan menggantikan struktur bagian atap rumah yang awalnya terbuat dari kayu dan genteng kemudian diganti menggunakan kayu dan spandek.

Rabaiyah menyampaikan apresiasi dan ungkapan kesyukurannya karena harapannya untuk memperbaiki atap rumah akhirnya terwujud, seiring dengan besarnya perhatian yang diberikan jajaran kepolisian Polres KSB.

Dibeberkan Rabaiyah, tak ada biaya yang dikeluarkan sepeser dari pihaknya untuk merehab bagian atap rumahnya. Sepenuhnya ditanggung oleh Polres KSB. Rabaiyah saat dijumpai di kediamannya RT 018 RW 03 Lingkungan Sampir B Kelurahan Sampir Kecamatan Taliwang, mengakui, bahwa perhatian yang diberikan jajaran Polres KSB pasca di tinggal suami tercinta sekitar bulan Mei 2015 lalu, tidak hanya sebatas membantu bedah rumah. Tetapi yang sangat ia syukuri kedua putra putrinya kini telah di rekrut untuk dipekerjakan menjadi tenaga sipil polisi di Mapolres Sumbawa Barat.

Sebelumnya, ada pula beberapa bantuan lain yang telah diberikan. “Alhamdulillah beban keluarga saya terasa ringan seiring dengan adanya perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Polres KSB,” timpal Rabaiyah.

Senada dengan apa yang dikemukakan tersebut dikesempatan yang sama, Ayub Maulana adalah adik kandung almarhum, juga menyampaikan ungkapan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian telah memberikan perhatian yang maksimal kepada ipar dan dua keponakannya yang telah dipekerjakan.

Sebaliknya Ayub Maulanan menilai, disaat kepolisian konsisten merealisasikan perhatiannya justru kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sikap pemda KSB, yang sebelumnya sempat janji akan membantu keluarga korban kerusuhan Mei 2015 dengan memberikan beasiswa pendidikan kepada salah satu anak almarhum yang kini masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Justru, sampai dengan saat ini janji tersebut belum juga di realisasikan oleh pemda dalam bentuk santunan anak yatim. Padahal sebelumnya pertemuan kesepakatan antara pemda, kepolisian dan DPRD setempat telah membahas dan menyepakati hal itu dalam bentuk keluarnya SK. “Faktanya, hingga saat ini janji pemda untuk menyantuni anak almarhum belum juga terealisasikan. Saya berharap pemda dengan pemerintahan yang baru bisa menindak lanjuti kesepakatan sebelumnya,” imbuh Ayub Maulana.

loading...

LEAVE A REPLY