5 Pelaku Illegal Logging Ditangkap di Olat Rawa

0
933
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumbawa melalui operasi gabungan berhasil menangkap 5 pelaku illegal logging di Kabupaten Sumbawa. Maraknya illegal logging di kawasan hutan di Sumbawa disikapi Dishutbun dengan tindakan tegas.

Dikonfirmasi Gaung NTB, Kamis (10/3), Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir H Ibrahim mengatakan ada 5 pelaku illegal logging yang berhasil ditangkap di kawasan hutan Olat Rawa. Saat ini para pelaku dalam tahap penyidikan, dibantu penyidik kehutanan dari Mataram.
Penangkapan 7 truk dan 5 pelaku illegal logging tersebut sudah dikembangkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, dan para pelaku sudah dititipkan di Lapas Sumbawa sambil menunggu proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, dimana berfungsi sebagai supir yang membawa kayu illegal. Kemudian akan diselidiki siapa pemilik kayu dan pengusaha kayu tersebut. “Penyelidikan ini kami lakukan dari hilir sampai ke hulu, sampai kasus tersebut terungkap semuanya”, papar Haji Ibrahim.

Sambung H Ahim sapaan akrabnya, pelaku illegal logging tersebut berasal dari kabupaten yang berbeda, dimana 2 orang dari berasal kabupaten Dompu, seorang dari Lombok Tengah dan 2 orang lagi berasal dari Sumbawa. Sedangkan identitas pemilik kayu tersebut sudah dikantongi oleh penyidik dan tinggal mengumpulkan beberapa bukti saja, tuturnya.

Selain itu, kawasan hutan kecamatan Rhee diduga akan menjadi sasaran bagi pelaku illegal logging, namun pihak Dishutbun sudah mengantisipasi sedini mungkin hal tersebut. “Ditambah, kesadaran masyarakat Rhee sudah tinggi sehingga menyulitkan pelaku illegal logging masuk ke hutan Rhee,” terangnya.

Lebih jauh H Ahim memaparkan bahwa, setiap persoalan yang masuk, kayu beserta alat angkutnya ditindak lanjuti dengan cepat melalui bantuan 6 tenaga PPNS yang sudah bekerja dengan maksimal. Adanya tambahan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari provinsi yang diterjunkan ke Kabupaten Sumbawa membuktikan semua elemen, baik itu Dinas Kehutanan Kabupaten dan Provinsi bersungguh-sungguh memberantas illegal logging.

Masih kata H Ibrahim, dalam memberantas illegal logging harus dimulai dari hulunya dengan cara meminta kepada aparat kehutanan yang tersebar di seluruh wilayah Sumbawa untuk mengidentifikasi atau pemutakhiran data terakhir terhadap potensi hutan hak atau lahan milik masyarakat seperti kebun, sehingga ruang gerak bagi pelaku illegal logging semakin sempit dan dapat diminimalisir. Hal itu akan mempermudah dalam menyelidiki asal asul kayu, pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY