PENJABAT BUPATI KSB AJUKAN SURAT PENANGGUHAN KE KEJAKSAAN, Terkait Penahanan Sekretaris Dinas Dikpora KSB

0
815
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Penjabat Bupati KSB Dr Ir H Abdul Hakim MM secara resmi Kamis (07/01) kemarin melayangkan surat permohonan penangguhan YS kepada Kajari Sumbawa. Surat tersebut disampaikan sehari setelah dilakukan penahanan terhadap YS Sekretaris sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) KSB, tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah adat KSB tahun 2014 senilai Rp 1,9 miliar oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa sejak Rabu sore (06/01). YS mendekam dibalik jeruji besi hotel prodeo Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa dalam status tahanan Jaksa hingga 20 hari kedepan guna memperlancar proses penyidikan atas kasus yang membelit tersangka.

Bagaimana tanggapan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa terkait permohonan Penjabat Bupati KSB tersebut, Kasi Pidana Khusus Jaksa Iwan Kurniawan SH dalam keterangannya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Jum’at (08/01) kemarin menyatakan, surat permohonan penangguhan penahanan terhadap oknum YS dari penjabat Bupati KSB tertanggal Kamis 7 Januari 2016 yang ditujukan kepada Kajari Sumbawa telah diterima Kamis kemarin, dengan inti surat agar oknum YS dapat ditangguhkan penahanannya dengan alasan karena yang bersangkutan sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Sekretaris Dinas Dikpora KSB.

Disamping itu, Penjabat Bupati KSB juga siap menjamin yang bersangkutan sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan yang sama ataupun siap dihadirkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dalam proses penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana yang membelitnya, namun kata Jaksa Iwan Kurniawan SH pihaknya belum dapat menjawab persoalan tersebut, mengingat masih menunggu petunjuk dari Kajari Sumbawa yang saat ini sedang berada diluar daerah, tukasnya.

“Kami masih menunggu disposisi surat permohonan dimaksud dari Kajari Sumbawa, yang tentunya akan meminta tanggapan dari tim Jaksa penyidik, kita tunggu saja satu dua hari kedepan sikap yang akan diambil oleh pihak Kejaksaan,” pungkas Jaksa Iwan Kurniawan SH.

Sebagaimana dikemukakan Kajari Sumbawa Paryono SH MH bahwa penyidikan terhadap YS didampingi Penasehat Hukumnya Syahrul Mustafa SH MH Rabu (06/01) telah dilakukan, dan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut tersangka ditahan selama 20 hari kedepan terhitung sejak Rabu 6 Januari – 25 Januari 2016 mendatang.

Sekarang ini kata Kajari Paryono, kasusnya masih dalam tahap penyidikan dan tinggal dilanjutkan dengan berkas perkara yang hingga saat ini hampir rampung mencapai 75 persen dengan sejumlah barang bukti telah disita termasuk pemeriksaan sejumlah saksi terkait lainnya. Saat ini pihaknya masih harus menunggu proses pemeriksaan atas kerugian negara yang riil dari Tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), karena itu dukungan masyarakat daerah ini (Sumbawa dan KSB) sangat diharapkan dalam rangka penegakan hukum atas penanganan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi didaerah ini. Apakah ada tersangka lain dalam kasus rumah adat KSB tersebut tentu akan dilihat dari perkembangan penyidikannya.

loading...

LEAVE A REPLY