Pembangunan Gedung Perawatan RSUD Harus Mengacu Kepada Rekomendasi Bandara

0
708
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Pembangunan Gedung Perawatan Kelas III RSUD Sumbawa yang direncanakan akan dihajatkan untuk perawatan anak harus mengacu kepada Rekomendasi Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin IV.

Rekomendasi tersebut diperlukan terkait dengan ketinggian bangunan, karena ruang perawatan tersebut direncanakan akan dibangun berlantai 3.

Hakimuddn perwakilan dari Bandara dalam pertemuan dengan pihak Rumah Sakit yang berlangsung di DPRD Sumbawa belum lama ini, menyampaikan bahwa Bandara Sumbawa sekarang ini masih kategori kelas 3, setiap tahun akan terus dilakukan pembenahan, sehingga tidak menutup kemungkinan kelasifikasi badara akan berubah menjadi kelas 2, hal ini katanya berpengaruh terhadap ketinggian bangunan yang ada disekitar bandara, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

Sementara terkait dengan batas ketingian menurut Hakimunddin, belum dapat ditentukan sekarang ini masih akan dilakukan perhitungan ulang, sesuai dengan ketentuan baru ada perubahan batas ketinggian bangunan yang ada di dalam radius Bandara.

Oleh karena itu dia meminta kepada pihak rumah sakit agar segera mengusulkan permohonan rekomendasi kepada Bandara untuk selanjutnya akan dilakukan pengkajian untuk mementukan ketinggian bangunan yang diperbolehkan karena rumah sakit masuk dalam radius bandara.

Ditambahkan Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan BPM-LH Sumbawa, Hj Rahmawati, Spi, MSi, bahwa seluruh rencana kegiatan konstruksi yang ada di Kabupaten Sumbawa terutama yang berlokasi di sekitar Bandara terlebih dahulu harus mendapatkan rekomendasi ketinggian dari Bandara.

Hj Rahmawati mencontohkan, terhadap pembangunan kampus baru Unsa yang merencanakan ketinggian 27 meter, ternyata mendapat rekomendasi dari Bandara lebih rendah hari ketinggian tersebut, sehingga bukit lokasi pembangunan itu harus dikepras untuk menurunkan ketinggian.

Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya kesalahan nanti, dia mengingatkan agar rumah sakit dapat mengajukan permohonan rekomendasi terlebih dahuli dari Bandara baru kemudian melakukan konstruksi.

“Rekomendasi Bandara itu harus benar-benar di taati, sehingga bangunan yang akan dibangun nanti tidak bermasalah dikemudian hari,” demikian HJ Rahmawati.

loading...

LEAVE A REPLY