GMAK Pressure Kejaksaan Tuntaskan Kasus Korupsi di KSB

1
1475
loading...
loading...

Pentolan GMAK- Ramli M Zain (Pum)Sumbawa Besar, Gaung NTB – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) Sumbawa Barat, Senin (4/1) mendatangi Kejaksaan Negeri Sumbawa. Mereka meminta kejaksaan untuk segera menuntaskan beberapa kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat yang dinilai masih jalan di tempat.

Disela aksi tersebut salah satu pentolan GMAK KSB, Ramli M Zain atau yang akrab dipanggil PUM menyatakan aksi yang dilakukan oleh GMAK semata–mata berdasarkan desakan masyarakat bawah yang mengharapkan adanya suatu perubahan di KSB, dimana masyarakat menginginkan KSB terbebas dari korupsi maupun koruptor.

Untuk diketahui kata PUM, hingga tahun 2016 ini, GMAK KSB telah mengantongi 22 kasus yang nantinya akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti ke proses hukum dan dari 22 kasus tersebut terdapat 3 kasus yang menjadi prioritas utama untuk dilakukan pengawalan, mengingat kerugian negara akibat 3 kasus tersebut mencapai milyaran rupiah.

Tiga kasus tersebut yakni, kasus rumah adat yang saat ini telah ditetapkan tersangkanya oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Dalam kasus ini GMAK minta kejaksaan untuk segera melakukan penahanan tersangka. Sedangkan yang kedua yakni kasus Korupsi Dana DAK untuk TK/PAUD se Kabupaten Sumbawa Barat dan yang ketiga korupsi dana pembangunan sarana pariwisata di Desa Labuan Kertasari Kecamatan Taliwang yang saat ini lokasi tersebut sudah dipasang garis polisi.

Untuk kasus dana DAK dan kasus pembangunan sarana pariwisata, menurut PUM, GMAK meminta kejaksaan segera menetapkan tersangkanya, sementara terkait sisa kasus yang lain masih dalam proses pengumpulan dan perlengkapan data.

Terkait dengan banyaknya kasus korupsi yang terjadi di KSB, GMAK dalam hal ini meminta pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk segera menuntaskannya, mengingat masyarakat tidak menginginkan korupsi menggurita di KSB.

loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY