Diduga Dibunuh, Sesosok Mayat Ditemukan Tergeletak

0
1501
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Warga Desa Ai Puntuk dan sekitarnya dikejutnya dengan adanya penemuan sesosok mayat di jalan usaha tani (JUT) dekat jembatan di perbatasan Desa Ai Puntuk Kecamatan Moyo Hilir dengan Desa Bage Tango Kecamatan Lopok, pada Selasa (12/01) sekitar pukul 06.30 wita. Dari kondisinya yang mengenaskan, mayat ini diduga tewas terbunuh.

Kapolres Sumbawa melalui Kasubag Humas, Iptu Waluyo yang ditemui Gaung NTB di ruang kerjanya Selasa (12/01) membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

Polisi yang menerima laporan segera meluncur ke TKP dan melakukan identifikasi sekaligus mengumpulkan barang bukti dan olah TKP. Saat ditemukan, jelas Waluyo, korban mengalami luka bacok pada sejumlah bagian tubuhnya yang diduga akibat serangan dengan senjata tajam, diantaranya luka terbuka pada bagian leher depan dan belakang—seperti sengaja digorok, luka terbuka pada pelipis, bagian kepala belakang dan bagian punggung.

Hasil identifikasi terhadap korban, dikenali bernama Jamaluddin anak Ishak Sidik (22) warga RT 03 RW 05 salah seorang warga Dusun Bage Tango, Desa Lopok, Kecamatan Lopok.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Sumbawa untuk dilakukan visum et repertum (VER). Latar belakang atau motif dibalik kasus pembunuhan tersebut maupun pelakunya, masih dalam tahap penyelidikan Satuan Reskrim Polres Sumbawa, tukas Waluyo.

Informasi lain menyebutkan, korban pertama kali ditemukan seorang warga yang langsung menghubungi Kepala Dusun Ai Puntuk, Syafaruddin, Selasa (12/1) sekitar pukul 06.00 Wita. Kades Ai Puntuk kemudian mengontak Kapolsek Moyo Hilir yang langsung meluncur dan tiba di TKP sekitar pukul 06.30 Wita.

Kapolsek dan anggota langsung mengamankan TKP dengan memasang garis polisi sembari menyampaikan laporan ke Mapolres.

Dalam olah TKP, posisi mayat dalam keadaan terlentang, mengenakan baju kaos warna putih, celana panjang jeans warna hitam dan ikat pinggang (gasper) warna hijau. Hampir seluruh bagian tubuh korban terlihat bersimbah darah dan yang paling tampak adalah kondisi leher yang nyaris putus.

“Jika dilihat dari kondisi luka yang ada di tubuh korban, diduga korban dianiaya,” tandas Waluyo.

Beberapa warga yang berjubel untuk menyaksikan kondisi korban menduga korban dihabisi oleh lebih dari satu pelaku. Namun polisi menolak berspekulasi. “Kami masih melakukan penyeldikan,” tegas Waluyo.

loading...

LEAVE A REPLY