22 KECAMATAN PEROLEH PROGRAM STRATEGIS PERTANAHAN 2016

0
1353
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Guna membantu warga pemilik tanah di Kabupaten Sumbawa terkait dengan legalisasi hukum atas tanah miliknya berupa penerbitan sertifikat tanah, maka Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa dalam tahun 2016 ini akan melaksanakan kegiatan program strategis pertanahan (legalisasi aset) dan redistribusi Tanah Obyek Landreform (TOL) hampair mencapai sekitar 15.000 bidang (sertifikat). Program tersebut dialokasikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) dan Kepala BPN yang diperuntukkan khusus bagi 22 Kecamatan dan 69 Desa se Kabupaten Sumbawa, ungkap Kepala kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa Ramli SH MH kepada Gaung NTB, Jum,at (08/01).

Dijelaskannya, sesuai surat Nomor 01/12.52.04/I/2016 tertanggal 4 Januari 2016 Pertanahan Kabupaten Sumbawa telah mengusulkan daftar lokasi kegiatan legalisasi aset dan Retribusi TOL terkait dengan program strategis pertanahan tahun 2016 didaerah ini, dengan bahan pertimbangan usulan selain adanya surat permohonan dari para Kepala Desa/Lurah (calon lokasi kegiatan tersebut), juga lokasi yang diusulkan sebagian untuk menuju Desa lengkap dan/atau terbentuknya peta pendaftaran tanah, dan ada tiga lokasi desa yang merupakan lokasi komunitas adat terpencil (KAT) serta dua lokasi desa merupakan kontribusi pemerintah kepada masyarakat yang tanahnya terkena dampak pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan jalan lingkar utara SAMOTA.

Disamping itu sambung Ramli akrab pejabat senior BPN ini disapa, ada pula kegiatan UKM dan sertifikasi tanah pertanian sebanyak 900 bidang, sementara lokasi desa untuk kegiatan dimaksud telah dilakukan koordinasi dengan Dinas terkait yang membidangi ternyata sangat disayangkan tidak ada lokasi untuk kegiatan tersebut sehingga diusulkan diganti dengan kegiatan Prona, tukasnya.

Adapun kecamatan yang memperoleh program strategis pertanahan (legalisasi aset) dan redistribusi TOL tahun 2016 meliputi Kecamatan Alas Barat dengan 6 Desa, Alas dengan satu Desa Marente, Buer 3 Desa, Utan 4 Desa, Rhee 3 Desa, Labuan Badas 2 Desa Labuan Aji dan Sebotok, Unter Iwes 3 Desa, Batulanteh 1 Desa (Batudulang), Moyo Hilir 5 Desa, Moyo Utara 3 Desa, Moyo Hulu 5 Desa, Lenangguar 1 Desa (Tatebal), Ropang 1 Desa (Lebin), Lunyuk 5 Desa, Lopok 1 Desa (Mamak), Lape 2 Desa Hijrah dan Labuan Kuris, Maronge 1 Desa (Pemasar), Plampang 5 Desa, Empang 5 Desa, Tarano 3 Desa, Sumbawa 3 Kelurahan Brang Biji, Seketeng dan Samapuin serta Kecamatan Orong Telu 1 Desa (Senawang).
Sedangkan untuk program redistribusi TOL lokasinya khusus di Desa Batu Bangka dan Poto Kecamatan Moyo Hilir, Jurumapin Kecamatan Buer, Desa Balebrang dan Stowe Brang Kecamatan Utan dengan jumlah sebanyak 2.000 bidang, dengan program khusus untuk komunitas adat terpencil (KAT) sebanyak 550 bidang diperuntukkan khusus untuk Desa Labuan Aji Kecamatan Labuan Badas, Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu dan Desa Lebin Kecamatan Ropang. “Usulan para Kepala Desa/Lurah tersebut tidak sepenuhnya dapat disetujui sesuai dengan usulan yang diajukan karena jumlahnya terbatas sehingga perlu diterapkan pola pemerataan,” ujar Ramli SH MH seraya menghimbau kepada warga masyarakat yang belum mendapatkan program sertifikasi gratis tahun ini untuk dapat bersabar pada program tahun berikutnya.

loading...

LEAVE A REPLY