PERKARA PIDANA JHONI HARTONO DILIMPAHKAN KE PENGADILAN, Penjabat Bupati KSB Ajukan Penangguhan Penahanan

0
822
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Ir H Jhoni Hartono M.Sc yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Senin siang (14/12) kemarin sekitar Jam 13.20 Wita secara resmi ditahan Jaksa dan dijebloskan kebalik jeruji besi Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa hingga 20 hari kedepan terhitung sejak 14 Desember 2015 – 02 Januari 2016 mendatang terkait dengan kasus tindak pidana pemberian keterangan palsu pada sebuah akta otentik yang membelitnya, menyusul pelimpaan berkas perkara tahap kedua yang telah dinyatakan lengkap disertai penyerahan tersangka dan sejumlah barang bukti dari tim penyidik Kepolisian Resort Sumbawa, dan seiring dengan tuntasnya pembuatan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Benny Daniel Parlaungan SH MH, maka sejak Rabu (16/12) kemarin pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa telah melimpahkan berkas perkara pidana yang membelit Jhoni Hartono tersebut ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar guna disidangkan dan diadili sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidana Umum Feddy Hantyo Nugroho SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin, membenarkan kalau pihak Kejaksaan telah melimpahkan berkas perkara pidana yang melibatkan terdakwa Ir H Jhoni Hartono M.Sc Kepala Kantor Kesbangpoldagri KSB ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar untuk diproses hukum melalui persidangan yang ditangani majelis hakim, dimana saat ini Tim JPU masih menunggu jadual persidangan dan penetapan majelis hakim yang akan menangani kasus pidana tersebut dari pengadilan, mudah-mudahan dalam pekan ini sudah ada pemberitahuan secara resmi, sehingga terdakwa bersama barang bukti dan sejumlah saksi terkait dapat dengan segera diajukan kedepan persidangan, ujarnya.

Terkait dengan adanya surat permohonan penangguhan penahanan terhadap Jhoni Hartono yang diajukan dan ditandatangani oleh Penjabat Bupati KSB Dr Ir Abdul Hakim MM beberapa hari lalu jelas Jaksa Feddy Hantyo Nugroho SH, karena berkas perkaranya sendiri telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar maka secara otomatis sesuai dengan aturan hukum yang berlaku status penahanan terhadap tersangka Jhoni Hartono kini menjadi status tahanan Pengadilan sehingga kewenangan untuk menangguhkan ataupun mengalihkan penahanan tersangka menjadi kewenangan pihak Pengadilan, tukasnya.

Jhoni Hartono (56) ditetapkan sebagai tersangka dengan dakwaan melanggar Pasal 266 ayat (1) dan (2) KUHP yakni barang siapa menyuruh memasukkan keterangan palsu kedalam suatu akte otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akte itu, dengan maksud untuk memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran atau barang siapa dengan sengaja memakai akta tersebut seolah-olah isinya sesuai dengan kebenaran, jika pemakaian itu menimbulkan kerugian diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, menyusul adanya laporan pengaduan yang disampaikan sebelumnya oleh pelapor Ade Santya Halim bos Toko Rajawali Sumbawa kepada pihak Kepolisian Resort Sumbawa.

Sebagaimana diketahui bersama penetapan tersangka terhadap Jhoni Hartono itu sendiri oleh penyidik Kepolisian Resort Sumbawa sejak 13 Oktober 2015 lalu, dan tak terima dijadikan tersangka melalui penasehat hukumnya dari Mataram Advocat Gede Karya mengajukan gugatan Praperadilan (PP) terhadap Kapolri Cq Kapolda NTB Cq Kapolres Sumbawa ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar hingga akhirnya kandas ditangan hakim karena gugatan PP tersangka ditolak, karena menilai penyidikan terhadap tersangka telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang diatur dalam KUHAP.

Lantas tersangka Jhoni Hartonopun ditahan pihak Kepolisian beberapa hari untuk kemudian ditangguhkan penahanannya setelah penjabat Bupati KSB bersama pihak keluarga tersangka mengajukan penangguhan penahanan, dengan jaminan tersangka dijamin tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan pertimbangan lain akan tugasnya sebagai Kepala Kantor Kesbangpoldagri KSB, namun kali ini Jhoni Hartono tak dapat berbuat banyak kecuali pasrah menerima kenyataan pahit harus mendekam kembali dibalik jeruji besi penjara Lapas Sumbawa dalam status tahanan jaksa dan telah beralih secara otomatis penahanannya menjadi kewenangan pihak Pengadilan seiring dengan telah dilakukan pelimpahan berkas perkara pidana tersebut oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa Rabu kemarin.

loading...

LEAVE A REPLY