Sukseskan Program KB, BKBPP Galang Kemitraan dengan FAPSEDU

0
1085
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Sumbawa, terus menjalin kemitraan dengan sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat dalam menyukseskan program Keluarga Berencana.

Seperti yang berlangsung Senin (09/11) kemarin, BKBPP menjalin kemitraan dengan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) yang sekaligus melaksanakan pelayanan KB tingkat Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Labuhan Badas.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Asisten Pemerintahan Sekda Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumbawa, para Kepala SKPD Kabupaten Sumbawa, para camat, ibu PKK Kabupaten Sumbawa dan Toga/Toma.

Kepala BKBPP Kabupaten Sumbawa, Ir A Yani dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumbawa dan DPRD Kabupaten Sumbawa atas dukungan selama ini dalam menyukseskan pembangunan kependudukan. Program kependudukan dan keluarga berencana jelas Yani, bukan hanya strategi penggarapan dan pelayanan dengan KIE dan advokasi semata, tetapi juga melalui pendekatan sosial budaya, kemasyarakatan, pendidikan, tekhnologi dan juga disentuh melalui bidang keagamaan, karena program pembangunan melalui pendekatan keagamaan sangat penting untuk meraih kesukseskan.

Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) Kabupaten Sumbawa, kata Yani, dapat menjadi garda terdepan sebagai forum yang secara sinergitas akan membangun kesinambungan dan akselerasi pembangunan dalam menyukseskan program keluarga berencana dan kependudukan.

Dua amanat besar yang harus dijalankan BKKBN dalam menjawab prioritas pembangunan atau nawacita jelas Yani, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia adalah sisi pelayanan keluarga berencana dan revolusi mental dalam keluarga.

Sementara itu Ketua FAPSEDU Kabupaten Sumbawa H A Rachman Mochtar SE MBA MSc dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dalam upaya mengatasi berbagai persoalan dalam masyarakat, pihak BKKBN berupaya merangkul dan melibatkan semua pemangku kepentingan bangsa termasuk para pemuka agama untuk berpartisipasi aktif dalam mengendalikan lajunya pertumbuhan penduduk. Persoalan kependudukan, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua unsur masyarakat.

FAPSEDU, menurut H Rachman tidak mencampuri urusan keimanan masing–masing pemeluknya, melainkan lebih kepada sebagai wahana perjuangan untuk mengatasi problem bangsa ini, diantaranya menyangkut masalah kependudukan dan keluarga berencana. Karena masalah kependudukan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua umat beragama.

Untuk diketahui kata H A Rachman, FAPSEDU memiliki 3 fungsi dalam ikut menyukseskan program kependudukan dan Keluarga Berencana meliputi sebagai komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). Sebagai advokasi dan pergerakan di masyarakat, khususnya di lingkungan keagamaan. FAPSEDU nantinya diharapkan mampu menggerakkan masyarakat menjadi peserta KB, pendewasaan usia perkawinan bagi generasi muda, mengatur jarak kelahiran serta memberikan pemahaman seperti slogan dua anak cukup.

Selain itu sambungnya, FAPSEDU juga mendorong para tokoh agama yang ada di Kabupaten Sumbawa untuk terlibat dalam program kependudukan dan KB melalui tugas sebagai pelopor KB, Sosialisator KKB, sebagai opinion leader KKB dan bisa sebagai tempat bertanya bagi keluarga–keluarga. Disinilah peran sesungguhnya tokoh agama sebagai Married Conseling, sebagai penasihat bagi remaja atau keluarga atau pasangan yang akan menikah, dengan harapan pasangan akan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup dalam membentuk keluarga yang bahagia dan keluarga berkualitas.

Sementara itu Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik dalam arahannya menyampaikan, bahwa pada prinsipnya keluarga berencana ini mengajak semua masyarakat untuk merencanakan keluarga, agar anak–anak tidak menjadi anak–anak yang lemah. “Tidak ada yang tidak dapat diselesaikan jika semua kita kerjakan secara bersama–sama, seberat apapun tantangannya jika itu menjadi komitmen bersama, menjadi tanggung jawab bersama, maka Insya Allah pasti dapat mudah kita laksanakan,” katanya.

Oleh karena itu JM—sapaan akrab Bupati Sumbawa, ke depan diharakan agar tidak ada lagi yang bertanya tentang latar belakang seseorang, asal-usul, suku dan agama yang ada di Sumbawa maupun perbedaannya lainnya, tetapi harus disadari bahwa semua masyarakat yang tinggal di daerah ini adalah orang Sumbawa yang memiliki hak yang sama. “Kita harus tetapi menjaga tali silahturrahmi antar sesama, agar daerah kita menjadi daerah yang aman dan kondusif,” katanya.

Menurut JM, semua komponen itu harus terlibat dalam menyukseskan program pembangunan di daerah ini, bukan saja dari pemuka agama tetapi semua kompopen masyarakat. Selain itu JM juga menyampaikan bahwa tidak ada gunanya membatasi keluarga, jumlah kelahiran dan lain sebagainya ketika pendidikan tidak menjadi perhatian semua orang. “Kedepan yang bisa kita banggakan bukan lagi keturunan, tetapi pendidikan yang layak,” demikian Jamaluddin Malik. (*)

loading...

LEAVE A REPLY