Sumbawa

Lindungi Aset Nelayan, Dislutkan Fasilitasi SEHAT Nelayan

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Selama ini banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan modal usaha dari koperasi dan bank karena tidak adanya agunan, atas kondisi tersebut Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa memfasilitasi nelayan dengan program SEHAT (Sertifikat Hak Atas Tanah) Nelayan. Pengurusan sertifikat ini hanya dilakukan bagi nelayan yang tidak bersengketa, berdomisili di wilayah setempat, dan memiliki bukti kepemilikan berupa SPPT (Surat Pembayaran Pajak Terhutang). Demikian disampaikan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Widodo, S.ST. M.Si kepada Gaung NTB, Selasa (10/11).

Menurutnya, sejak tahun 2009 hingga 2015, pihaknya sudah memfasilitasi 950 bidang tanah yang dikeluarkan sertifikatnya. Sedangkan untuk tahun 2016 nanti ada jatah 200 sertifikat, dan saat ini sedang disosialisasi. Sertifikat yang akan dikeluarkan tersebar di desa Labuhan Sangoro 50 sertifikat, desa Labu Kuris 42 dan dusun Teluk Santong desa Labu Jontal sebanyak 108 sertifikat. “Tahun 2015 ini, kami sudah salurkan sertifikat kepada nelayan di Pulang Kaung sebanyak 50 bidang tanah, dan desa Pukat 50 bidang tanah,” katanya.

Kegiatan SEHAT Nelayan dimaksudkan untuk meningkatkan status tanah dalam rangka memperoleh kepastian hukum tanah nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil, mengubah predikat modal pasif (liquid capital) menjadi modal aktif (active capital). Sertifikat tanah tersebut nantinya dapat didayagunakan sebagai jaminan memperoleh kredit dari perbankan atau lembaga keuangan non bank.

Lebih jauh dijelaskan, pemerintah menanggung biaya pengukuran hingga keluarnya sertifikat. Sedangkan biaya patok dan administrasi dibebankan kepada nelayan, sesuai kesepakatan nelayan bersama pemerintah desa. “Kalau lahan pertanian itu kan program Prona, bagi nelayan program itu namanya SEHAT Nelayan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, sertifikat yang dipegang nelayan sudah dipakai untuk mendapatkan modal usaha, baik dari koperasi maupun bank, dengan total 1,2 milyar. “Kami sangat senang, para nelayan dapat pinjaman modal usaha dari badan usaha resmi. Daripada nelayan meminjam dari rentenir dengan bunga yang begitu banyak sehingga banyak nelayan kita yang rugi,” tegasnya.

Harapannya semoga tahun depan, Sumbawa dapat jatah lebih banyak lagi dari Pemprov NTB untuk penerbitan sertifikat bagi nelayan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close