Kejaksaan Sumbawa Ikut Awasi Bansos Sapi Desa Penyaring

0
17989
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Dugaan penyimpangan bantuan sosial (bansos) Sapi di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara yang dilaporkan Aliansi LSM Menggugat (ALIM) ke Polres Sumbawa, juga menjadi perhatian Kejaksaan Negeri Sumbawa. Hal ini dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Sugeng Hariadi SH, MH saat ditemui wartawan, Rabu (4/11) lalu.

Menurut Sugeng, pihaknya akan mengumpulkan data dan informasi program bantuan yang berasal dari APBD Sumbawa tahun 2015 melalui aspirasi anggota DPRD tersebut, sebagai bentuk pemantauan dan pengawasan terhadap program-program pembangunan yang berlangsung di kabupaten Sumbawa. “Meskipun telah dilaporkan ke polisi, kita juga turun. Sama -sama turun untuk memantau dan mengawasi,” ujar Kajari.

Untuk diketahui, dugaan penyimpangan bansos sapi bagi masyarakat Penyaring telah dilaporkan ALIM, yang terdiri dari LSM Gerakan Masyarakat Sumbawa Pendukung Reformasi (GEMPUR), LSM Kaum Miskin Kota (KAMITA), LSM Forum Kota Sumbawa (FORKOTs), LSM Cendrawasih Setia (CES), LSM Garuda, dan LSM Barua Marata Centre (BMC) ke Polres Sumbawa (4/11) kemarin.

Dalam surat pengaduan bernomor 002/ALIM/XI/2015 yang ditujukan ke Polres Sumbawa, disebutkan bahwa, sangat meragukan dalam pengadaan barang/jasa senilai kurang lebih Rp. 8 miliar tersebut. Dana yang disalurkan melalui dana aspirasi dewan itu, diduga ada yang tidak memenuhi kriteria seperti yang tertuang dalam pasal 9, pasal 23, dan pasal 24. Atas beberapa indikator, dipandang dari spek fisik barang maupun proses penyerahan barang, ada yang tidak sinkron dengan fakta di lapangan. Untuk itu, ALIM melaporkan keadaan tersebut guna diusut tuntas, agar praduga masyarakat bisa jelas dalam pandangan hukum.

loading...

LEAVE A REPLY