Polisi Tangkap Pengedar Shabu di Terminal Sumer Payung

0
786
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Hari pertama Operasi Antik Gatarin 2015 yang digelar jajaran Polres Sumbawa berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial Z (42) di komplek Terminal Sumer Payung, Sabtu (24/10). Operasi yang dipimpin Kasat Reserse Narkoba IPTU Totok Haryanto SH ini, berhasil mengamankan 11 poket narkoba jenis shabu-shabu seberat 3,8 gram yang disembunyikan tersangka di dalam kotak rokok Sampoerna. Selain itu diamankan seperangkat alat hisap berupa dua pipa kaca dan pipet, korek api, plastik obat berwarna bening, serta satu buah handphone.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi Gaung NTB Sabtu (24/10) mengungkapkan bahwa tersangka Z merupakan TO (target operasi). Penangkapan Z yang merupakan pengedar narkoba sekaligus selaku pemakai, berlangsung sekitar pukul 14.30 Wita pada salah satu kios yang berlokasi di komplek Terminal Sumer Payung sekaligus menjadi tempat tinggalnya.

Tersangka Z ditangkap tanpa perlawanan ataupun upaya menghilangkan barang bukti karena dirinya pasrah dan bertanggung jawab. Selain sejumlah barang bukti, polisi juga mengamankan seorang wanita asal Bandung berinisial IR (27) yang merupakan kekasih tersangka Z yang berprofesi sebagai pekerja malam pada salah satu cafe di wilayah sampar maras.

Menurut Kapolres, tersangka Z yang berprofesi sebagai sopir angkutan ekspedisi lintas Surabaya – Sumbawa mengaku telah lama memakai narkoba jenis Shabu yakni sejak tahun 2012 lalu.

Diungkapkan, tersangka Z memperoleh shabu dari seorang rekannya sesama profesi berinisial HR, namun setiap kali mendapat barang haram tersebut, HR mengirimnya melalui orang yang berbeda.

Sejauh ini, Satres Narkoba telah menetapkan Z sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan, sedangkan kekasihnya berinisial IR masih berstatus sebagai saksi meskipun hasil tes urine dinyatakan positif karena ikut mengkonsumsi shabu beberapa hari lalu.

Tersangka Z dijerat hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 10 miliyar.
Muhammad menegaskan bahwa Operasi Antik Gatarin 2015 merupakan operasi kewilayahan di seluruh jajaran Polda NTB yang dilaksanakan selama 14 hari sejak 23 Oktober hingga 5 November mendatang. Sasaran dari operasi ini adalah mengungkap penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan menangkap pengguna, pengedar, bandar dan jaringannya. Dalam operasi ini ada sekitar 25 personil yang dilibatkan dari satuan dan fungsi lainnya. Ia mengaku jika polres Sumbawa yang tercepat mengungkap pelaku narkoba dari sejumlah polres dan polresta di NTB sejak digelarnya operasi Antik Gatarin 2015.

Tersangka Z yang ditemui Gaung NTB mengakui semua perbuatannya, bahkan dirinya bertanggung jawab terhadap seluruh barang bukti yang dimilikinya. Dia mengakui jika dirinya mengkonsumsi Shabu sejak tahun 2012 lalu, dengan alasan agar tidak mengantuk selama menjalankan kendaraan ekspedisi lintas Surabaya Sumbawa. Pemuda yang memiliki istri sebagai TKW di Saudi Arabia dan dua anak asal desa Langam ini, mengaku jika dirinya mengenal wanita asal Bandung yang berprofesi sebagai waitres di salah satu cafe wilayah sampar maras sejak setahun lalu.

loading...

LEAVE A REPLY