Polisi selidiki Dugaan Mark Up Bansos Pengadaan ITK di 15 SD

0
922
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa melakukan penyelidikan terhadap dugaan mark up dana bantuan sosial dari Dirjen Pendidikan Dasar terhadap 15 Sekolah Dasar (SD) yang berada di Kabupaten Sumbawa.

Ditemui Gaung NTB, Senin (12/10), Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Tri Prasetyo membenarkan jika pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap sekolah penerima bantuan alat penunjang berbasis Informasi Tehnologi dan Komunikasi (ITK) tersebut. Bantuan ini disalurkan tahun 2014 lalu.

Dijelaskannya, setiap sekolah menerima bantuan sebesar Rp 54 juta untuk pengadaan 4 buah laptop, 2 buah LCD proyektor beserta layar, 2 buah printer dan 2 buah speaker aktif dengan total anggaran Rp 810 juta. “Pemanggilan terhadap sekolah penerima ini untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur melawan hukum sesuai dengan dugaan yang dilaporkan warga,” kata IPTU Tri.

Pantauan Gaung NTB, tampak beberapa kepala sekolah diperiksa secara maraton untuk memberikan keterangannya, seperti SDN Pungka, SDN 14 Sumbawa, SDN 7 Sumbawa, SDN 5 Alas, SD Meno, SD Perung, SDN 1 Pulau Bungin, SD Pulau Kaung, SDN 1 Mapin Kebak.

Selanjutnya, penyidik akan memeriksa Kepala SD 2 Langam, SD Songkar, SD Olat Rawa, SD Batu Bulan, SD 1 Boal dan SD Jotang.

loading...

LEAVE A REPLY