Sumbawa

Meriahkan HUT TNI Ke-70, 85 Kuda Pacuan Ramikan Kerato Angin Laut

Kapten-AmdatullahSumbawa Besar, Gaung NTB – Pacuan kuda dalam rangka memeriahkan hari jadi TNI ke-70 memasuki babak kedua, babak kedua ini akan dilaksanakan selama tiga hari.

Pada hari pertama yang akan dimulai hari ini, Selasa (20/10), diikuti oleh sebanyak 85 ekor kuda dari empat kelas yaitu, kelas pemula, OA, HA, dan Tunas A akan berjuang merebut tiket ke babak selanjutnya. Sebanyak 85 ekor kuda ini akan dibagi dalam 16 ren. Masing masing kelas empat ren.

Adapun kuda yang berhak melaju ke babak tiga adalah kuda yang berhasil finish pada posisi 1 sampai tiga. Sementara kuda yang finish di posisi empat dan selanjutnya akan dinyatakan gugur.

Ketua panitia pelaksana Kapten Inf Amdatullah kepada Gaung NTB, menyampaikan bahwa pertarungan pada babak ke dua ini diprediksikan akan semakin seru. Oleh kerana itu dia menghimbau kepada seluruh pecinta pacuan agar tetap menjaga sportivitas, sehingga pelaksanaan kegiatan yang menjadi hiburan rakyat ini berjalan sesuai harapan.

Menurutnya, kelancaran pelaksanaan pacuan ini berawal dari paniti. “Bagaimana panitia mengelola pelaksanaan ini, sehingga hal hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi,” harapnya.

Menurut Amdatullah, masalah itu muncul berawal dari adanya celah yang diakibatkan oleh kelalaian petugas. “Jika panitia dan petugas melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, saya yakin pelaksanaan putaran dua dan selanjutnya akan berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang berkualitas,” katanya.

Untuk diketahui kata Amdatullah berbagai upaya dilakukan panitia demi kelancaran kegiatan yang salah satunya dengan memberikan pengamanan yang ketat agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Disamping itu sambungnya, dari anggota TNI, panitiapun bekerjasama dengan anggota kepolisian dalam hal memberikan pengamanan. Selain itu panitia juga melarang penonton maupun pemilik kuda berada tepat di garis finish.

Kemudian mengantisipasi adanya joki yang terjatuh dari kuda, menurut Amdatullah, pihaknya menyiapkan tenaga medis jika sewaktu waktu ada joki yang terjatuh dari kuda, sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.

“Pelaksanaan pacuan ini tidak hanya sekedar mencari kuda mana yang akan juara. Namun, yang terpenting adalah bagaimana meneruskan budaya masyarakat yang sudah dilaksanakan secara turun temurun,” paparnya.

Pacuan kuda ini jelasnya, merupakan adat budaya yang harus diteruskan, kegaiatan yang berbasis masyarakat. Sama dengan tujuan TNI yang berawal dari masyarakat dan untuk masyarakat.

“Pacuan kuda ini merupakan kegiatan pertama yang diadakan oleh TNI dalam rangka memeriahkan hari jadi TNI, dengan tujuan kegiatan sebagai merupakan ajang silaturrahmi dengan masyarakat yang merupakab basik dari TNI, juga sesuai dengan tujuan TNI berawal dari masyarakat dan untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close