Standar Harga Gabah Pemerintah Rugikan Petani, Ancam Aksi Tutup Jalan

0
622
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Standar harga gabah yang ditetapkan pemerintah sejak tahun 2012 hingga sekarang ini, dinilai merugikan masyarakat, karena harga tersebut dinilai tertalu rendah tidak sesuai dengan biaya produksi.

Seperti disampaikan Syamsul Makrif, harga tersebut sangat tidak layak, sementara harga BBM, dan biaya produksi setiap waktu mengalami kenaikan. “Kami sebagai petani merasa dirugikan dengan harga gabah seperti sekarang ini,” katanya.

Selama ini katanya, Kecamatan Lopok dinilai salah satu kecamatan Lumbung Padi di Kabupaten Sumbawa, namun petani tidak pernah diperhatikan terutama yang berhubungan dengan harga gabah yang layak.

Sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah, sejumlah petani yang ada di Kecamatan Lopok berencana untuk menggelar aksi dengan menutup jalur utama transportasi Sumbawa-Dompu tepatnya di Jalan Negara di Kecamatan Lopok, sampai pemerintah merespon masalah harga gabah ini.

Oleh karena itu Syamsul Makruf berharap kepada Pemda Sumbawa agar sebelum aksi ini menjadi kenyataan, agar segera merespon aspirasi petani ini dengan melakukan sosialisasi sekaligus menaikkan harga gabah agar lebih layak.

“Apabila aspirasi petani ini tidak direspon, maka jangan salahkan petani kalau nanti menggelar aksi dengan menutup jalan negara,” demikian Syamsul Makruf.

loading...

LEAVE A REPLY