Jembatan Putus, Orong Telu Terisolir

0
955
loading...
loading...

Orong Telu, Gaung NTB – Masyarakat di Kecamatan Orong Telu kembali terisolir. Pasalnya, jembatan limpas Brang Sakal yang merupakan salah satu jembatan penghubung antara Kecamatan Lenangguar dan Orong Telu kembali putus pada Kamis malam lalu. Putusnya jembatan ini akibat terjangan banjir bandang. Jembatan Brang Sakal memang sudah menjadi langganan putus setiap tahun, karena pernah terjadi tahun lalu dan pemerintah hanya melakukan langkah tanggap darurat dengan membuat bronjong.

Putusnya jembatan yang terletak di Desa Senawang itu mengakibatkan akses jalan dari dan menuju Kecamatan Orong  Telu putus total. Kendaraan roda empat dipastikan tidak bisa melewati jembatan, sedangkan untuk kendaraan roda dua untuk bisa menyeberang harus digotong minimal oleh empat orang warga.
“Biaya penyeberangan untuk satu sepeda motor 40 ribu rupiah. Kalau untuk barang bawaan lainnya minimal 5 ribu,” kata Supardi Dies, warga Desa Senawang.

Dies—akrab pria ganteng ini disapa mengaku untuk keluar dari Orong Telu, warga terpaksa menyeberang sungai yang arusnya cukup deras. Bahkan ada salah seorang perempuan warga Dusun Pelita Desa Kelawis yang sempat pingsan usai digendong suaminya untuk menyeberangi tersebut. Tidak hanya itu, beberapa warga lainnya juga banyak yang terpeleset dan terbawa arus, meskipun mereka bisa menyelematkan diri dan sampai ke daratan. “Kondisinya ini benar-benar sangat memprihatinkan,” ucap Dies.

Mewakili masyarakat Kecamatan Orong Telu lainnya, pemuda lajang yang terus berusaha mencari tambatan hati itu berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius. Minimal jembatan itu kembali bisa dilalui kendaraan, sehingga akses jalan dari dank e wilayah Kecamatan Orong Telu tidak lumpuh. Dia juga berharap jembatan dengan panjang sekitar 100 meter yang dibangun pada Tahun 1998 itu segera diperbaiki. Karena dengan putusnya jembatan itu, dipastikan akan memiliki dampak yang cukup besar di tengah masyarakat. Harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Orong Telu mulai melonjak.

Di bagian lain, tokoh pemuda Orong Telu itu juga berharap peristiwa kelam pada tahun 2012 di wilayah Brang Sakal tidak terulang kembali. Dituturkan, saat itu dua warga Kecamatan Orong Telu meninggal dunia karena terbawa arus yang deras akibat nekat menyeberang. “Ini hanya untuk mengingatkan kita semua. Semoga kondisi serupa tidak terulang kembali dan pemerintah bisa segera mengambil sikap. Warga Kecamatan Orong Telu adalah bagian dari warga Kabupaten Sumbawa yang membutuhkan keadilan dan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY