Caleg Perempuan Unjuk Rasa di Bawaslu NTB

0
1181
loading...
loading...

Mataram, Gaung NTB – Calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan perempuan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Mataram, Senin, terkait berbagai indikasi kecurangan pemilu.
Mereka mendatangi Kantor Bawaslu NTB setelah konvoi kendaraan bermotor di jalan utama Kota Mataram, dan berunjuk rasa di Kantor KPU NTB.

Para caleg perempuan itu membawa beragam poster berisi kecaman terhadap pelaksanaan pemilu legislatif 9 April 2014, yang menurut mereka sarat masalah dan kecurangan.

Poster itu antara lain bertuliskan “menang kalah itu biasa asal jurdil”, “caleg money politik maling”, “quota 30 persen bohong”, “Pemilu 2014 hasilkan koruptor”, dan poster kecaman lainnya.
Unjuk rasa itu dikoordinir Nur Arofah, yang bersuara keras saat berorasi di depan KPU maupun Bawaslu NTB.

“Kami datang ke sini untuk menuntut KPU dan Bawaslu untuk menggelar hitung suara ulang, karena kami yakin ada ‘money politic’ dalam pemilu legislatif 9 April 2014. Suara kami hilang, mana indepedensi Bawaslu,” ujar Nur.

Setelah berorasi secara bergantian, lima orang perwakilan pengunjuk rasa dipersilahkan masuk ke ruang rapat Bawaslu NTB, guna berdialog dengan dua orang anggota Bawaslu NTB masing-masing Syamsudin selaku Ketua Divisi SDM dan Kelembagaan, dan Bambang Karyono Ketua Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga.

Dialog itu menegangkan karena para caleg perempuan itu terus bersuara menuding Bawaslu NTB beserta jajarannya kurang gesit dalam menyikapi berbagai indikasi kecurangan pemilu.

Bahkan, para caleg perempuan itu mempertanyakan upaya tindak lanjut atas pengaduan mereka terkait berbagai indikasi kecurangan pemilu legislatif.

“Kami sudah mengadu secara resmi, bahkan sudah menyampaikan data-data dan bukti pendukung kecurangan, langsung pada Ketua Bawaslu NTB pada Hari Kartini 21 April lalu, tapi mana tindak lanjutnya,” ujar seorang caleg perempuan.

Terkait beragam tuntutan itu, Syamsudin dan Bambang menjelaskan bahwa Bawaslu NTB beserta jajarannya telah menyikapi semua pengaduan dan temuan yang mengarah kepada indikasi kecurangan pemilu.

“Apa yang ibu-ibu keluhkan sedang kami tindak lanjuti dalam bentuk rekomendasi kepada KPU beserta jajarannya,” ujar Syamsudin.
Sedangkan Bambang mempertegas bahwa Bawaslu NTB terus berupaya menyikapi semua masalah yang mencuat dalam pemilu legislatif, dan telah menyampaikan berbagai rekomendasi kepada KPU NTB beserta jajarannya untuk menindaklanjutinya.

Rekomendasi itu, berupa pemungutan suara ulang di sejumlah TPS, penghitungan ulang di TPS tertentu, dan perbaikan dokumen rekapitulasi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Semuanya sudah kami tindak lanjuti, dan kalau bisa dapat ditanyakan ke KPU sejauh mana tindak lanjut atas rekomendasi kami,” ujar Bambang.

Setelah dialog itu, para caleg perempuan yang menggelar unjuk rasa itu kemudian membubarkan diri, sambil konvoi kendaraan bermotor, menggunakan truk dan kendaraan lainnya.(Ant)

loading...

LEAVE A REPLY