PT NOP Belum Berhasil Realisasikan 30 Cottage di Paserang

0
714
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB – PT Nusantara Oriental Permai (NOP) tidak berhasil memenuhi janji untuk memulai penempatan 30 unit cottage di Pulau Paserang kecamatan Poto Tano. Perusahaan itu sebelumnya berjanji akan memulai penempatan cottage berbahan kayu yang dipesan khusus dari China di Paserang pada Januari lalu. Tetapi sampai sekarang, belum satupun cottage yang sudah berdiri.

“Ada beberapa kendala teknis yang kita temui di lapangan. Jadinya rencana awal Januari belum bisa kita penuhi,” kilah Tendri Niwi Direktur PTNOP wilayah NTB kepada wartawan, Selasa (11/3).

30 unit cottage yang akan ditempatkan untuk tahap awal itu ternyata juga tidak dipesan di China, tetapi di Tomohon, Sulawesi Utara. Tendri mengakui pemesanan itu tak berjalan lancar. Selain dengan alasan kesulitan mendapat bahan baku oleh pembuat di Tomohon, banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Sulawesi Utara awal tahun ini juga menjadi penyebab tertundanya pengiriman cottage yang dibangun sistem knock down (bongkar pasang) itu.

“Sebelum pesan ke Tomohon kita juga sebelumnya pernah mencoba memanfaatkan bahan baku dan tenaga kerja lokal untuk membuatnya. Tapi hasilnya tidak sesuai standar yang diinginkan. Makanya kita pilih pesan dari luar,” timpal Tendri.

Meski molor, Tendri berjanji akan segera memenuhi janjinya tersebut. Dari hasil konfirmasi dengan pihak pembuat di Tomohon, bulan Mei seluruh unit sudah dapat ditempatkan di pulau Paserang. Saat ini PTNOP menurutnya tengah membangun fasilitas jalan di pulau yang terletak sekitar 3 mil laut dari Pelabuhan Poto Tano itu.

Sementara itu Kabid Perikanan Tangkap dan Pengawasan Pulau Pulau Kecil Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) KSB Noto Karyono mengatakan, penjelasan PTNOP tersebut sama dengan yang disampaikan kepada pemerintah beberapa waktu lalu. Ia menyatakan operasional PTNOP selaku pengelola pulau Paserang masih sesuai perjanjian yang dibangun dengan Pemda KSB. PTNOP diberikan kesempatan menunjukkan keseriusannya hingga Desember 2014 mendatang dan jika kemudian tidak ada kemajuan signifikan, tidak menutup kemungkinan Pemda akan meninjau ulang perjanjian kerjasama bangun guna serah dengan perusahaan itu. “Rencananya 30 unit cottage tahap awal ini akan dipersiapkan untuk grand launching pada Juni mendatang,” ujar Noto.

Untuk diketahui PTNOP memperoleh hak pengelolaan pulau Paserang sejak Desember 2012 silam dengan sistem bangun guna serah. Artinya perusahaan itu mengelola Pulau Paserang dengan investasi murni, membangun fasilitas, memanfaatkannya dalam jangka waktu tertentu sebelum akhirnya diserahkan untuk menjadi milik Pemda KSB sepenuhnya.

loading...

LEAVE A REPLY