LSM Keluhkan Penyaluran Dana BSM

0
827
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Ketua LSM Rajasua Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape, Ruslan Abdul Gani, mengeluhkan sistem penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dikucurkan kepada siswa melalui perbankkan, karena hal itu dinilai mempersulit siswa dan orang tua.

Menurut Ruslan, proses pengambilan BSM tersebut mempersulit penerima BSM karena pengambilannya dilakukan di Bank BPD Sumbawa.
Kalau siswa yang berada di kota, katanya tidak ada masalah, tetapi bagi siswa yang berasal dari pedesaan jauh seperti Empang, Plampang, Maronge, Lape, Lopok, Alas, dan lain-lain, dirasa sangat sulit. Semenatara dana yang diambil oleh penerima BSM jumlahnya hanya Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu saja.

“Kalau siswa dan orang tua yang datang dari luar kota, maka uang sebesar itu akan habis hanya untuk biaya tranportasi saja,” jelasnya.

Oleh karena itu Ruslan berharap agar pemerintah memikirkan cara pendistribusian uang BSM tersebut agar tidak mempersulit penerima.
Hal yang sama disampaikan Kadus Dusun Beru Desa Hijrah Kecamatan Lape, berharap agar penerima BSM itu tidak dipersulit seperti yang terjadi terhadap warganya.

“Saya kasian kepada warga saya, yang harus bolak balik ke Sumbawa untuk mengurus uang tersebut, mereka harus mengurus kartu KK agar bisa cocok dengan nama yang ada di Bank BPD bagi penerima BSM, sehingga belum dapat dimanfaatkan, uang itu sudah habis untuk transportasi,” paparnya.

Untuk itu dia berharap agar dana BSM itu dapat diterima di sekolah saja, atau kantor POS terdekat agar warga kurang mampu atau miskin betul-betul terbantu dengan adanya dana BSM ini.

loading...

LEAVE A REPLY