KPU Siapkan TPS Khusus di “Hotel Prodeo”

0
691
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Hidup di balik pintu penjara bukan berarti hak pilihnya terpasung. Para tanahan dan narapidana yang mendekam di “Hotel Prodeo” Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa (Lapas) Sumbawa tetap diberikan kesempatan untuk menyampaikan hak politiknya pada Pemilu Legislatif, 9 April 2014 mendatang. “Kami akan menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di dalam Lapas, agar warga binaan ini dapat menyalurkan hak pilihnya,” kata Ketua Divisi Tekhnis dan Data Pemilu KPU Sumbawa, Sudirman S.Ip kepada Gaung NTB, Jumat (21/3).

Penyediaan TPS khusus di Lapas Sumbawa ini ungkap Sudirman, sudah menjadi kewajiban sebagaimana amanat undang-undang.

Hasil pendataan yang dilakukan PPK Sumbawa bersama PPS Kelurahan Samapuin, tercatat sekitar 300 lebih warga binaan setempat yang dinyatakan memenuhi syarat untuk memilih. “Kami tidak bisa menyebutkan jumlah riel pemilih di dalam Lapas karena sifatnya fluktuatif karena hampir setiap hari penghuni Lapas keluar masuk bui,” katanya.

Meski demikian, hal itu tidak menjadi persoalan sebab bagi warga binaan Lapas yang telah terdaftar dalam DPT, ketika bebas dan kembali ke kampung halamannya tidak akan kehilangan hak pilih. Sebab mereka dapat menggunakan surat keterangan pindah memilih (A5). Demikian dengan penghuni baru yang belum terdaftar dan ternyata memenuhi syarat sebagai pemilih akan diakomodir dalam daftar pemilih tambahan atau daftar pemilih khusus (DPK).

Disinggung soal pasien rawat inap di rumah sakit atau puskesmas yang memiliki sarana rawat inap, Sudirman menyatakan tidak akan disediakan TPS khusus seperti di dalam Lapas. Mereka yang telah terdaftar sebagai pemilih di tempat asalnya dapat menyalurkan hak pilihnya pada TPS terdekat (sekitar RSU dan puskesmas) dengan menyertakan A5. Dapat juga petugas KPPS setempat memberikan pelayanan khusus dengan membawa kotak suara yang mendapat pengawalan ketat petugas keamanan ke ruang rawat inap bagi pasien dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk bangun dan berjalan. “Kalau keluarga atau penunggu pasien harus datang ke TPS setempat,” pungkas Sudirman.

loading...

LEAVE A REPLY