BPMPT Evaluasi Seluruh Investor di KSB

0
863
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB – Seluruh investor yang menanamkan modal di KSB sedang dievaluasi oleh Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT).

Evaluasi itu meliputi investor pemegang ijin usaha pertambangan (IUP), juga pemegang kontrak kerjasama Bangun Guna Serah untuk mengelola potensi wisata maupun sektor lain. Mereka tidak hanya dimintai laporan tertulis, tetapi juga diwajibkan untuk melakukan presentasi di kantor BPMPT.

Kepala BPMPT KSB, Drs Hajamuddin menyatakan evaluasi itu untuk mengkaji dan mendalami sejauh mana progress kegiatan yang telah dilaksanakan para investor tersebut dilapangan.

“Harus ada progressnya, jangan hanya memegang ijin dan kontrak tetapi tidak ada kegiatan. Pemegang IUP maupun kontrak pengelolaan, semua dievaluasi,” ujar Hajamuddin.

Perusahaan-perusahaan yang dievaluasi itu antara lain, PT Nusantara Oriental Permai (NOP) pemegang ijin pengelolaan pulau Paserang dan Eco Solution Lombok (ESL) pemegang ijin pola management perencanaan gugusan Gili Balu, Kecamatan Poto Tano, PT Pulau Sumbawa Agro untuk tanaman Sisal dan PT Bumi Harapan Jaya (BHJ) perusahaan pengelola tambak di Desa Tambak Sari.

Investor pengelola rumah potong hewan internasional (RPHI) Poto Tano, pengelolaan rumput laut di Kertasari juga ikut dievaluasi.
“Progress kegiatan perusahaan pemegang IUP baik eksplorasi maupun operasi lain yang bergerak dibidang energi sumber daya mineral, juga kita evaluasi,” timpal Hajamuddin.

Selain progress, evaluasi itu juga untuk mengetahui kendala yang dihadapi perusahaan investor itu dilapangan. Dengan demikian, Pemda bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk menuntaskan persoalan itu.

“PT BHJ misalnya, butuh tambahan pasokan listrik. Demikian juga pengelola Hotel Yoyo maupun Tropical di Sekongkang juga menghadapi kendala yang sama. Persoalan itu yang kemudian kita cari jalan keluarnya secara bersama,” beber Hajamuddin.

Evaluasi merupakan kewenangan yang dimiliki BPMPT yang diatur dalam UU nomor 25 tahun 2000 tentang penanaman modal. Dimana disalah satu bidang diberikan kepercayaan untuk melakukan pengendalian investor didaerah.

Tugas BPMPT dalam hal ini bersifat secara global. Tehnisnya dilapangan tetap berada dibawah kendali masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Saat ini di KSB terdapat sebanyak 15 perusahaan yang berinvestasi. Sebagian besar diantaranya bergerak dibidang pertambangan, disusul sektor periwisata.

Sektor yang bisa dikembangkan di KSB selain sektor pertanian, juga mencakup sektor wisata baik itu wisata alam, bahari maupun wisata tambang. Selain itu KSB juga punya potensi perikanan dan kelautan. Sektor-sektor inilah yang berpeluang untuk menarik investasi.

loading...

LEAVE A REPLY