PT Newmont Nusa Tenggara

JM: Siap Sambut PPS

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik menilai kehadiran Tim Observasi Pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa (PPS) dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemdagri RI) untuk melihat kesiapan calon ibukota PPS di Kabupaten Sumbawa, Selasa (11/3), menjadi pertanda baik yang akan mempercepat pembentukan propinsi pecahan NTB tersebut. Karena itu JM—akrab Bupati Sumbawa yang ditunjuk selaku koordinator bupati/wali kota se Pulau Sumbawa, merasa optimis dalam waktu dekat harapan masyarakat PPS menjadi kenyataan. “Bupati dan walikota di Pulau Sumbawa ini sudah komit dan sepakat untuk mendukung percepatan pembentukan PPS. Kami siap menyambutnya,” tandas JM.

Persiapan dan perjuangan pembentukan DOB ini ungkap JM di hadapan tim observasi yang diketuai HM Budi S Sudarmadi–Kasubdin Otonomi Khusus Kemendagri, dan Anggota DPD RI Prof Dr Farouk Muhammad di Wisma Daerah, sudah sejak Tahun 2001 lalu. Sebab diyakini keberadaan PPS akan mampu mempercepat akselerasi pemerintahan dan pembangunan, dalam rangka mengejar ketertinggalan dalam segala aspek. “Tidak ada lagi masalah dengan kemampuan kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, baik keuangan, pendidikan dan kesehatan,” sebut JM.
Ia mengemukakan, Tahun 2014 ini kemampuan APBD Sumbawa mencapai Rp 1,1 triliun, Sumbawa Barat Rp 592 M, Dompu 760 Miliar rupiah, Rp Bima 1,1 triliun dan Kota Bima Rp 605 miliar.

Wilayah PPS memiliki luas 15.429, 20 KM2 dengan jumlah penduduk 1.353.918 jiwa yang tersebar di 4 kabupaten dan 1 kota. Sedangkan kondisi jalan negara mencapai 90-an persen dalam posisi mantap, khusus jalan di Kabupaten Sumbawa 100 persen mantap, dengan perhubungan laut, darat dan udara sangat lancar, sehingga aksesibilitas arus barang dan jasa cukup bagus.

Dari segi kemampuan perekonomian dianggap meyakinkan. Hal ini terbukti dengan kemampuan ekonomi makro terjadi kenaikan yang cukup signifikan kenaikannya yakni 14,67 persen dalam tiga tahun terakhir. Demikian dengan indeks harga konstan 6,54 persen dalam tiga tahun terakhir.

Aspek kesehatan, telah memiliki Rumah Sakit Propinsi, didukung RSUD Sumbawa yang diubah menjadi Badan unit Layanan Daerah (BULD) serta 25 puskesmas yang 23 di antaranya merupakan puskesmas rawat inap. Demikian dengan aspek pendidikan lanjut JM, juga menunjukan prestasi. Dalam tiga tahun terakhir para siswa asal Sumbawa mewakili Indonesia mengikuti kegiatan lomba lingkungan hidup di Swedia dan menjadi pemenang utama mengalahkan Inggris dan Amerika Serikat. Selain itu mewakili propinsi mengikuti lomba sains tingkat nasional, dan 90 persen dutanya berasal dari Sumbawa.

“Kualitas daerah ini akan setara dengan daerah lain. Bahkan akan mampu melampaui Pulau Lombok,” ucap JM.
Karenanya Ia berharap tim observasi dapat memberikan ruang kepada rakyat PPS untuk mewujudkan harapannya, tentunya pembentukan propinsi baru ini tidak terlalu lama.

Sebelumnya tim observasi mengawali kunjungan di lahan lokasi kantor pemerintahan PPS di depan Depo Pertamina Badas, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas. Di lahan seluas 20 hektar tersebut, Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik bersama Bupati Sumbawa Barat, KH Zulkifli Muhadli MM mendampingi Ketua Tim Obervasi mengecek kondisi lahan yang berhadapan langsung dengan Pulau Moyo itu.

Tidak kurang dari 20 menit, tim menuju ke Rumah Sakit Rujukan Propinsi di Kabupaten Sumbawa yang berlokasi di KM 5 lintas Sumbawa-Bima. Di tempat itu, tim menyempatkan diri meninjau beberapa ruangan dan berdialog dengan petugas medis setempat. Tim juga menyempatkan diri ke gedung DPRD Sumbawa yang nantinya akan beralih fungsi sebagai kantor DPRD Propinsi Pulau Sumbawa. Di tempat ini tim disambut ketua DPRD Sumbawa H Farhan Bulkiyah SP. Selanjutnya Ketua Tim Observasi HM Budi S Sudarmadi didampingi Anggota DPD RI, Prof Dr Farouk Muhammad, berdialog dengan para bupati/walikota, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen lainnya se Pulau Sumbawa di Wisma Daerah yang telah ditetapkan sebagai Kantor Gubernur PPS.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

3 Responses

  1. wirawanMarch 15, 2014 at 5:11 amReply

    Bukankah sdr JM yang pertama berstatement tentang gerakan dukung PPS adalah gerakan kontra produktif? Hari ini cari muka… astaga

  2. ilham alhaApril 8, 2014 at 6:38 amReply

    Pro……….. Provinsi Pulau Sumbawa

  3. muhammad ziadDecember 16, 2015 at 4:07 amReply

    pps…macet…gara2 resep klasik kampanye politik basi untuk ngejar target kekurangan suara..sehingga PPs hanya dijadikan tumbal untuk dipolitissasi…sebagai tameng untuk melengkapi kekurangan suara dari calon legislative tertentu yg berambisi meraih dan meraup suara terbanyak dari NTB….

Leave a Reply